JAKARTA, Investor.id - PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) terus memperkuat bisnis angkutan laut dan logistik untuk menangkap peluang pertumbuhan distribusi komoditas serta konektivitas antarpulau. Hingga kuartal III-2026, pendapatan dari segmen freight charter perseroan melonjak 48,39% secara tahunan menjadi Rp 44,36 miliar. Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2026, BSML membukukan total pendapatan Rp 54,96 miliar. Meski secara keseluruhan pendapatan turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, kontribusi freight charter meningkat dari Rp 29,89 miliar pada kuartal III-2025. Sementara itu, pendapatan dari segmen time charter tercatat Rp 10,39 miliar dan jasa tunda sebesar Rp 210 juta. Direktur Utama BSML David Desanan Anan Winowod mengatakan, transportasi laut masih memiliki prospek yang kuat seiring kebutuhan distribusi komoditas strategis dan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Indonesia. “Kami melihat kebutuhan terhadap jasa angkutan laut dan logistik masih terbuka luas. BSML memiliki pengalaman operasional, armada, serta jaringan mitra yang menjadi modal penting untuk menangkap peluang tersebut. Ke depan, kami akan terus memperkuat kapasitas dan kualitas layanan untuk mendukung pertumbuhan bisnis,” ujar David dalam keterangan tertulis, Minggu (8/11/2026). Dari sisi profitabilitas, BSML mencatatkan laba bruto Rp 15,48 miliar hingga kuartal III-2026. Adapun laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp 2,12 miliar, relatif stabil dibandingkan Rp 2,25 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Posisi keuangan perseroan per 30 September 2026 terdiri atas total aset Rp 202,09 miliar, ekuitas Rp 133,62 miliar, dan liabilitas Rp 68,47 miliar. Perkuat Kapasitas Armada Untuk mendukung pertumbuhan bisnis, BSML mengandalkan kombinasi armada milik sendiri dan kapal yang dioperasikan melalui skema time charter maupun freight charter bersama mitra strategis. Saat ini, perseroan memiliki 10 unit armada yang terdiri atas lima kapal tunda (tug boat) dan lima kapal tongkang (barge). Selain itu, BSML mengoperasikan tambahan dua kapal tunda dan dua kapal tongkang melalui skema time charter. Dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri pelayaran nasional, BSML mengembangkan layanan pengangkutan berbagai komoditas, mulai dari batu bara, nikel, pupuk, dan clinker hingga material infrastruktur seperti semen, pasir, pipa, serta alat berat. Layanan perseroan mencakup pengangkutan jarak dekat melalui skema transhipment, port to ship, dan ship to ship, hingga layanan long towing di wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, dan Sulawesi. BSML juga menyediakan layanan pendukung, seperti ship management, crew management, keagenan kapal, serta jasa kapal tunda pelabuhan.