JAKARTA, investor.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melaporkan percepatan Program Gentengisasi untuk memperkuat ekonomi kerakyatan sekaligus memasok kebutuhan perumahan nasional. Pada Minggu (8/11/2026), pemerintah melepas pengiriman 2,4 juta keping genteng standar SNI dari Sentra Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji melepas sekitar 600 truk pengangkut genteng yang akan didistribusikan ke Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur. Kemenperin menyebut program ini dapat memperluas penggunaan produk dalam negeri dan menghubungkan industri bahan bangunan lokal dengan proyek perumahan rakyat. Kemenperin merancang pengembangan di delapan sentra industri kecil genteng di Majalengka, Pringsewu, Banyuasin, Kebumen, Sleman, Mojokerto, Tabanan, dan Lombok Tengah. Dukungan yang disiapkan meliputi mesin giling dan cetak hidrolik, revitalisasi tungku, pendampingan teknis, serta penguatan manajemen usaha dan logistik. Kemenperin mencatat terdapat 176 sentra industri kecil genteng di 10 provinsi. Jawa Timur memiliki 54 sentra, Jawa Tengah 53, Lampung 23, Jawa Barat 15, dan DI Yogyakarta 14. Di Jawa Barat, Jatiwangi memiliki 157 industri kecil dan Plered, Purwakarta, memiliki 77 industri kecil. Pada Maret hingga Juli 2026, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam telah menguji dan menerbitkan sertifikat SNI 9360:2025 bagi 38 industri kecil, terdiri atas 34 IKM di Jatiwangi dan empat di Plered. Sebelas pelaku usaha Jatiwangi lainnya masih menjalani pendampingan. Pemerintah juga menargetkan sertifikasi SNI bagi usaha di Trenggalek pada Desember 2026. Program Gentengisasi disinergikan dengan Kredit Program Perumahan/KUR Perumahan yang memiliki target penyaluran hingga Rp710 miliar. Ditjen IKMA juga menyiapkan program penumbuhan wirausaha baru dan pelatihan teknis produksi mulai November 2026.
Apa Kabar Program Gentengisasi?
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

NIM Bank Ambyar, Terendah sejak 2015
Investor
schedule36 menit yang lalu · 23.16 WIBvisibility4menu_book1 mnt
Data OJK menunjukkan net interest margin (NIM) perbankan berada di 4,29% pada September 2026, turun dari 4,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. OJK mengaitkan tekanan margin dengan persaingan penghimpunan dana dan kenaikan biaya dana, meski profitabilitas perbankan secara umum masih terjaga.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 23.16 WIB

Harga Emas Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Investor
schedule55 menit yang lalu · 22.57 WIBvisibility4menu_book1 mnt
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas akan berfluktuasi pekan depan. Ia menyebut harga dapat terkoreksi, tetapi juga membuka peluang kenaikan terbatas, dipengaruhi ketegangan geopolitik dan prospek kebijakan suku bunga AS.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.57 WIB

Pendapatan Freight Charter BSML Loncat 48,39%, Siapkan Penguatan Armada
Investor
schedule55 menit yang lalu · 22.57 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Hingga kuartal III-2026, pendapatan segmen freight charter PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) naik 48,39% secara tahunan menjadi Rp44,36 miliar. Perusahaan berencana memperkuat kapasitas dan kualitas layanan angkutan laut serta logistik.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.57 WIB
