JAKARTA, investor.id – Rasio margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan berada di 4,29% pada September 2026, menurut data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan data historis yang dihimpun pada Minggu (8/11/2026), NIM pernah mencapai titik terendah 4,06% pada Februari 2015, lalu naik menjadi 5,30% pada Maret 2015 dan mencapai 5,63% pada Januari 2016. Setelah itu, NIM melandai di bawah 5% mulai 2019. Pada Maret 2020, NIM tercatat 4,31%. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan penurunan NIM dipengaruhi persaingan penghimpunan dana, khususnya menjelang akhir tahun. Kenaikan suku bunga deposito meningkatkan biaya dana dan mempersempit selisih antara suku bunga kredit dengan suku bunga dana pihak ketiga. NIM September 2026 sebesar 4,29% turun dari 4,58% pada periode sama tahun sebelumnya. Meski margin tertekan, OJK menyatakan profitabilitas perbankan masih terjaga. Hingga September 2026, laba bersih berjalan meningkat 6,52% secara tahunan dan return on asset berada pada 2,43%. OJK memperkirakan tekanan margin masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek karena persaingan dana yang ketat dan biaya dana yang belum turun signifikan. Dampaknya dapat berbeda-beda, bergantung pada struktur pendanaan, komposisi aset produktif, pertumbuhan kredit, dan efisiensi operasional masing-masing bank. OJK akan memantau biaya dana, NIM, ROA, serta efisiensi operasional bank. OJK juga meminta penghimpunan dana dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan biaya dana dan potensi imbal hasil penyaluran kredit produktif dan berkualitas, serta mendorong pengelolaan aset dan liabilitas secara prudent.
NIM Bank Ambyar, Terendah sejak 2015
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

Apa Kabar Program Gentengisasi?
Investor
schedule33 menit yang lalu · 23.16 WIBvisibility3menu_book1 mnt
Kementerian Perindustrian mengakselerasi Program Gentengisasi dengan melepas pengiriman 2,4 juta keping genteng berstandar SNI dari Majalengka ke sejumlah wilayah. Pemerintah juga menyiapkan pembinaan bagi sentra industri genteng kecil dan dukungan pembiayaan untuk memperkuat rantai pasok.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 23.16 WIB

Harga Emas Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Investor
schedule53 menit yang lalu · 22.57 WIBvisibility3menu_book1 mnt
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas akan berfluktuasi pekan depan. Ia menyebut harga dapat terkoreksi, tetapi juga membuka peluang kenaikan terbatas, dipengaruhi ketegangan geopolitik dan prospek kebijakan suku bunga AS.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.57 WIB

Pendapatan Freight Charter BSML Loncat 48,39%, Siapkan Penguatan Armada
Investor
schedule53 menit yang lalu · 22.57 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Hingga kuartal III-2026, pendapatan segmen freight charter PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) naik 48,39% secara tahunan menjadi Rp44,36 miliar. Perusahaan berencana memperkuat kapasitas dan kualitas layanan angkutan laut serta logistik.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.57 WIB
