JAKARTA, investor.id - Pengamat pasar memprediksi harga emas kembali berfluktuasi pekan depan. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas masih akan fluktuatif di awal pekan depan. "Jika kembali terkoreksi pada perdagangan Senin (9/11/2026), harga emas bisa turun ke US$ 4.021 per troy ounce. Kemudian dalam satu pekan di Jumat pagi, penurunan harga emas bisa ke level US$ 3.955 per troy ounce," ungkap Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (8/11/2026). Meski demikian, Ibrahim juga melihat harga emas masih bisa naik secara terbatas pekan depan. "Namun, apabila harga emas dunia pada Senin naik, prediksinya di US$ 4.139 per troy ounce. Kemudian, kalau menguat dalam satu pekan, maka bisa menuju US$ 4.269 per troy ounce," paparnya. Ibrahim menjelaskan, fluktuatif harga emas dalam beberapa hari terakhir dipengaruhi oleh gejolak geopolitik, walaupun Iran dan Amerika terjadi negosiasi di bawah kepemimpinan Qatar tetapi kemungkinan besar perjanjian ini tidak akan terjadi karena permasalahan utama itu tentang masalah Uranium. Kapal-kapal dari Selat Hormuz pun juga diserang oleh Amerika, ketegangan sebenarnya di Timur Tengah itu masih terjadi. Di sisi lain juga Yaman Houti pun juga melakukan penyerangan terhadap wilayah-wilayah Arab-Saudi. Di sisi lain juga Rusia dan Ukraina pada pekan depan kemungkinan besar akan melakukan pertemuan. Jadi Rusia, Iran, Amerika Rusia, Ukraina, Amerika akan melakukan pertemuan di Qatar untuk membahas tentang masalah perdamaian. Lalu, dari kebijakan Bank Sentral Amerika, Ibrahim mengatakan data tenaga kerja cukup bagus, inflasi masih tinggi. Ada indikasi bahwa Bank Sentral Amerika di bulan Desember kemungkinan besar akan menaikkan suku bunga 25 basis point. Hal ini karena, data tenaga kerja masih bagus walaupun dalam kondisi inflasi tinggi. Di sisi lain juga tentang masalah inflasi masih belum mendekati 2%, artinya inflasi di Amerika masih cukup tinggi walaupun harga minyak mengalami penurunan. Sebanyak 87% pengamat mengatakan bahwa kemungkinan besar di bulan Desember 25 basis point itu akan dinaikkan, ini yang membuat indeks dollar kemungkinan besar akan menuju level 103.20. Di sisi lain, Kongres di bawah Partai Demokrat kemungkinan besar akan melakukan penyelidikan tentang terjadinya perang antara Amerika dengan Iran yang mengakibatkan kerugian yang cukup besar. Dia mengungkap bahwa hal ini yang kemungkinan besar akan membuat ketegangan dan membuat harga minyak kemungkinan besar akan kembali naik serta harga emas juga akan kembali naik. Menurut Ibrahim, secara jangka menengah bahwa harga emas masih akan terus mengalami kenaikan.
Harga Emas Hadapi Dua Skenario Pekan Depan
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga

NIM Bank Ambyar, Terendah sejak 2015
Investor
schedule35 menit yang lalu · 23.16 WIBvisibility4menu_book1 mnt
Data OJK menunjukkan net interest margin (NIM) perbankan berada di 4,29% pada September 2026, turun dari 4,58% pada periode yang sama tahun sebelumnya. OJK mengaitkan tekanan margin dengan persaingan penghimpunan dana dan kenaikan biaya dana, meski profitabilitas perbankan secara umum masih terjaga.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 23.16 WIB

Apa Kabar Program Gentengisasi?
Investor
schedule35 menit yang lalu · 23.16 WIBvisibility3menu_book1 mnt
Kementerian Perindustrian mengakselerasi Program Gentengisasi dengan melepas pengiriman 2,4 juta keping genteng berstandar SNI dari Majalengka ke sejumlah wilayah. Pemerintah juga menyiapkan pembinaan bagi sentra industri genteng kecil dan dukungan pembiayaan untuk memperkuat rantai pasok.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 23.16 WIB

Pendapatan Freight Charter BSML Loncat 48,39%, Siapkan Penguatan Armada
Investor
schedule54 menit yang lalu · 22.57 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Hingga kuartal III-2026, pendapatan segmen freight charter PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML) naik 48,39% secara tahunan menjadi Rp44,36 miliar. Perusahaan berencana memperkuat kapasitas dan kualitas layanan angkutan laut serta logistik.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.57 WIB
