Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) anjlok 14,81 persen pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Saham ditutup pada Rp 5.175 per saham, turun 900 poin dari penutupan sebelumnya, setelah dibuka di Rp 5.825. Penurunan terjadi di tengah gejolak pasar modal menyusul usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh Morgan Stanley Capital International (MSCI). EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Haryn mengatakan perseroan mencermati perkembangan pasar modal dan menghormati proses yang berjalan. BCA akan berfokus pada fundamental bisnis dan menerapkan prinsip kehati-hatian. Perseroan juga menyatakan komitmen pada tata kelola perusahaan yang baik dan penciptaan nilai berkelanjutan bagi pemangku kepentingan. MSCI mengusulkan perubahan klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market, dengan menyoroti transparansi, tata kelola, struktur kepemilikan saham yang dinilai tidak transparan, serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi. MSCI menyebut reformasi pasar modal perlu diimplementasikan secara konsisten dan menunjukkan dampak nyata.
Saham BBCA Anjlok 14,81 Persen, Ini Respons Manajemen BCA
Saham BBCA turun 14,81 persen ke Rp 5.175 pada penutupan perdagangan 16 Oktober 2026, di tengah gejolak pasar modal terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. BCA menyatakan tetap mencermati dinamika pasar dan berfokus pada fundamental serta tata kelola perusahaan.
Diperbarui:
/data/photo/2026/10/17/6ad2fa0ab6147.png)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Achmad Baiquni Jadi Direktur I KFC Indonesia, Ini Susunan Direksi FAST
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC Indonesia, menunjuk mantan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni sebagai Direktur I untuk periode 2026–2030. Pengangkatan itu disetujui dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 20.46 WIB
0Bank Dunia Ungkap 5 Sektor yang Bisa Menciptakan Banyak Lapangan Kerja
Penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan besar bagi negara berkembang di tengah perubahan teknologi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 19.37 WIB
0RI-Rusia Percepat Perjanjian Dagang Bebas, Sawit hingga Kopi Dibidik
Indonesia dan Rusia membahas perluasan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri, termasuk peluang perjanjian dagang bebas.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 19.37 WIB
