PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola jaringan restoran cepat saji KFC di Indonesia, menunjuk mantan Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI), Achmad Baiquni, sebagai Direktur I untuk periode 2026–2030. Penunjukan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) FAST yang digelar di Gedung Gelael, Jakarta Selatan, Rabu (14/10/2026). Achmad Baiquni menggantikan Dalimin Juwono yang mengundurkan diri dari jabatan Direktur I. Pengangkatan Achmad berlaku efektif sejak RUPSLB ditutup. Mengutip keterbukaan informasi BEI, Jumat (16/10/2026), keputusan pengangkatan Achmad memperoleh persetujuan 99,99 persen suara pemegang saham dalam agenda pertama rapat. FAST sebelumnya telah menerima surat pengunduran diri Dalimin pada 27 Agustus 2026. Pengunduran diri tersebut kemudian disetujui pemegang saham dalam RUPSLB. Dalimin diketahui membawahi bidang keuangan di FAST. Ia juga merangkap jabatan sebagai sekretaris perusahaan dan direktur PT Gelael Supermarket. Pengunduran diri tersebut mengakhiri kiprah Dalimin di Grup Gelael yang telah berlangsung lebih dari 50 tahun. Selain pergantian Direktur I, pemegang saham menyetujui perubahan Anggaran Dasar Pasal 3 mengenai maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perseroan. RUPSLB tersebut dihadiri pemegang saham yang mewakili 87,69 persen dari seluruh suara sah. Setelah RUPSLB pada 14 Oktober 2026, susunan direksi FAST adalah: Direktur Utama Ricardo Gelael; Wakil Direktur Utama Ferry Noviar Yosaputra; Direktur I Achmad Baiquni; Direktur II Cahyadi Wijaya; Direktur III Fabian Gelael; Direktur IV Adhi Indrawan; Direktur V Wachjudi Martono; Direktur VI Tony Subagio; Direktur VII Dio May Avico. Sebelum dipercaya menjadi Direktur I FAST, Achmad menjabat sebagai Komisaris Independen sekaligus Ketua Komite Audit perusahaan sejak 2021. Karier perbankannya dimulai di BNI pada 1984. Ia pernah menjadi Direktur Konsumer BNI pada Desember 2003 hingga Juni 2006, Direktur Korporasi pada Juni 2006 hingga Februari 2008, serta Direktur Usaha Kecil, Menengah, dan Syariah pada Februari 2008 hingga Mei 2010. Pada Mei 2010, ia beralih ke BRI sebagai Direktur Keuangan hingga Maret 2015, lalu menjabat Direktur Utama BNI pada Maret 2015 hingga Februari 2020. Achmad meraih gelar Sarjana Ekonomi bidang Studi Pembangunan dari Universitas Padjadjaran pada 1982 dan Master of Business Management dari Asian Institute of Management pada 1992.
Achmad Baiquni Jadi Direktur I KFC Indonesia, Ini Susunan Direksi FAST
PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST), pengelola KFC Indonesia, menunjuk mantan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni sebagai Direktur I untuk periode 2026–2030. Pengangkatan itu disetujui dalam RUPSLB pada 14 Oktober 2026.
Diperbarui:
/data/photo/2026/10/17/6ad372e5cca72.png)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Saham BBCA Anjlok 14,81 Persen, Ini Respons Manajemen BCA
Saham BBCA turun 14,81 persen ke Rp 5.175 pada penutupan perdagangan 16 Oktober 2026, di tengah gejolak pasar modal terkait usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia oleh MSCI. BCA menyatakan tetap mencermati dinamika pasar dan berfokus pada fundamental serta tata kelola perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 20.46 WIB
0Bank Dunia Ungkap 5 Sektor yang Bisa Menciptakan Banyak Lapangan Kerja
Penciptaan lapangan kerja menjadi tantangan besar bagi negara berkembang di tengah perubahan teknologi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 19.37 WIB
0RI-Rusia Percepat Perjanjian Dagang Bebas, Sawit hingga Kopi Dibidik
Indonesia dan Rusia membahas perluasan perdagangan, investasi, dan kerja sama industri, termasuk peluang perjanjian dagang bebas.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 19.37 WIB
