Pergerakan mata uang Asia diperkirakan masih volatil hingga akhir 2026, dipengaruhi ketidakpastian arah kebijakan moneter AS, dinamika politik, dan perkembangan geopolitik. Pada Minggu (8/11) pukul 13.35 WIB, USD/JPY berada di 158,473; yen melemah 0,49% harian dan 0,25% bulanan. Yuan berada di 6,67240 per dolar AS, melemah 0,11% harian tetapi menguat 0,45% bulanan. Ringgit berada di 4,061 per dolar AS, menguat 0,36% harian namun terkoreksi 0,62% bulanan. Dolar Singapura berada di 1,2827, menguat 0,41% harian dan 0,36% sepekan. Rupiah spot ditutup Rp 18.089 per dolar AS pada Jumat (6/11), menguat 0,32% dibandingkan pekan sebelumnya. Research Analyst PT Traze Andalan Futures Kuswanto mengatakan harapan meredanya ketegangan AS-Iran dan turunnya harga minyak dapat mendukung mata uang Asia, khususnya negara pengimpor energi. Namun, penguatan belum merata karena DXY masih 102,3 dan pasar mencermati peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember. Yuan didukung surplus perdagangan, ekspor manufaktur, dan kebijakan PBOC; ringgit ditopang pertumbuhan ekonomi, ekspor elektronik, dan inflasi terkendali. Yen menghadapi tantangan perbedaan suku bunga AS, sementara dolar Singapura ditopang fundamental dan kebijakan nilai tukarnya. Rupiah menghadapi tekanan arus modal asing, kebutuhan pembiayaan eksternal, serta imbal hasil obligasi AS. Kuswanto memperkirakan akhir kuartal IV-2026 USD/CNY sekitar 6,65, USD/MYR 4,03, USD/JPY 155, USD/SGD 1,275, dan USD/IDR Rp 18.350. Ia menyarankan investor mempertimbangkan fundamental, kebijakan bank sentral, arus modal, diversifikasi, dan batas risiko.
Yuan dan Ringgit Lebih Prospektif, Rupiah Masih Rentan Tertekan
Diperbarui:
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
BEI Dorong Peningkatan Literasi Investasi melalui CMSE 2026
Bursa Efek Indonesia (IDX)
schedule18 menit yang lalu · 22.15 WIBvisibility2menu_book1 mnt
BEI bersama KPEI dan KSEI, dengan dukungan OJK, menyelenggarakan Capital Market Summit & Expo (CMSE) 2026 pada 5–7 November di Jakarta. Acara bertema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan” ini menghadirkan seminar, edukasi, dan pameran untuk memperluas literasi pasar modal dan membantu masyarakat memahami investasi serta risikonya.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 8 Nov 2026, 22.15 WIB
Harga Emas Dunia Menguat Sepekan, Ini Proyeksi Harga Emas Antam Pekan Depan
Kontan
schedule47 menit yang lalu · 21.46 WIBvisibility1menu_book1 mnt
Harga emas dunia naik 5,02% dalam sepekan meski terkoreksi pada penutupan Jumat, 6 November. Prospeknya pekan depan dipengaruhi ekspektasi suku bunga AS, penguatan dolar, dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 8 Nov 2026, 21.46 WIB
IHSG Menguat 0,40% ke 5.050 pada Akhir Pekan Lalu, Begini Proyeksi Senin (9/11/2026)
Kontan
schedule2 jam yang lalu · 20.27 WIBvisibility3menu_book1 mnt
IHSG ditutup menguat 0,40% atau 20,17 poin ke level 5.050,43 pada perdagangan Jumat (6/11/2026). Analis menilai penguatan berikutnya masih terbatas, meski indikator teknikal membuka peluang IHSG menguji level 5.100–5.200 pekan depan.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 8 Nov 2026, 20.27 WIB
