Pemerintah menyalurkan transfer ke daerah sebesar Rp599,2 triliun hingga September 2026, atau 82,4% dari alokasi tahun itu sebesar Rp727,2 triliun. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan pagu awal Rp693 triliun dinaikkan untuk mengatasi bencana dan kekurangan anggaran di daerah. Penyerapan 82,4% lebih tinggi dibandingkan 70,1% pada September 2025. Realisasi Dana Bagi Hasil mencapai Rp39,66 triliun atau 67,8% dari pagu Rp58,52 triliun. Dana Alokasi Khusus terserap Rp129,54 triliun atau 82,5% dari pagu Rp157,09 triliun. DAK nonfisik terealisasi 85%, sedangkan DAK fisik 48,4%; sebagian daerah masih melengkapi syarat penyaluran tahap II yang batas waktunya 22 Oktober 2026. Dana otonomi khusus terealisasi Rp10,27 triliun atau 73,3% dari pagu, sementara dana keistimewaan DIY mencapai Rp800 miliar atau 80%. Dana insentif fiskal yang berpagu Rp1,8 triliun belum disalurkan dan dijadwalkan pada triwulan IV 2026.
Transfer ke Daerah Tersalurkan Rp599,2 Triliun hingga September 2026
Pemerintah telah menyalurkan Rp599,2 triliun untuk transfer ke daerah hingga September 2026, setara 82,4% dari alokasi Rp727,2 triliun. Alokasi tersebut dinaikkan dari pagu awal Rp693 triliun untuk menangani bencana dan kekurangan anggaran daerah.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Transaksi Kliring Komoditas KBI Melonjak 109,4%
PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mencatatkan pertumbuhan volume transaksi perdagangan berjangka komoditi yang dikliringkan sebesar 109,4% secara tahunan hingga September 2026. KBI menyebut kenaikan itu mencerminkan peningkatan aktivitas perdagangan dan kepercayaan pelaku pasar terhadap layanan kliringnya.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 23.35 WIB
013 Juta Usaha di RI Cuma Mode Bertahan Hidup
Prasasti Center for Policy Studies mengidentifikasi sekitar 13 juta unit usaha tertinggal di Indonesia, hampir separuh dari 26,4 juta perusahaan nonpertanian. Sebanyak 99% di antaranya merupakan usaha mikro dan kecil yang banyak beroperasi untuk memenuhi kebutuhan harian.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 17 Okt 2026, 23.33 WIB
0James Robinson: Tak Ada Resep Tunggal untuk Capai Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ekonom James A. Robinson menilai Indonesia tidak bisa bergantung pada satu model pembangunan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8%. Strategi negara lain dapat menjadi pembelajaran, tetapi perlu disesuaikan dengan peluang, kondisi domestik, dan institusi Indonesia.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 17 Okt 2026, 23.33 WIB
