JAKARTA, investor.id – Lima saham yaitu BMRI, TLKM, BBCA, BBRI, dan ANTM paling keras dihantam badai jual investor asing pada Senin (26/10/2026). Nilai transaksi jual bersih (net sell) di atas Rp 100 miliar. Net sell asing terbesar di pasar reguler Bursa Efek Indonesia (BEI) melanda saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp 400 miliar. Meski mengalami tekanan jual paling besar, harga saham BMRI malah menguat 0,2% ke level Rp 3.910. Selain saham BMRI, asing juga banyak melego saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM). Net sell asing pada saham TLKM sebesar Rp 329,39 miliar. Saham TLKM juga ditutup naik 0,45% ke level Rp 2.250. Selanjutnya, saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Net sell asing pada saham BBCA sebesar Rp 235,5 miliar dan BBRI senilai Rp 150,2 miliar. Tak ketinggalan, saham PT Antam Tbk (ANTM) dengan net sell asing sebesar Rp 107 miliar. Saham BBCA melemah 1,69% ke posisi Rp 4.940, BBRI stagnan di Rp 2.910, dan ANTM anjlok 3,5% ke Rp 2.760. Sebaliknya, transaksi beli bersih (net buy) terbanyak oleh investor asing terjadi pada saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS). Namun, nilainya relatif tidak signifikan. Net buy asing pada saham BRIS senilai Rp 40,8 miliar. Secara umum, investor asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp 1,85 triliun di seluruh pasar BEI, Senin (26/10/2026). Dengan demikian, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini terus bertambah menjadi Rp 96,7 triliun – berdasarkan data BEI. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) pada Senin (26/10/2026) ditutup anjlok 66,1 poin (1,2%) ke level 5.373. Sebanyak 174 saham naik, 542 saham turun, dan 247 saham stagnan. Total nilai transaksi di bursa mencapai Rp 14,7 triliun.