Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada Jumat (16/10/2026), seiring tekanan jual pada saham teknologi terkait kecerdasan buatan (AI). Saham CoreWeave dan Broadcom merosot, sementara kenaikan harga minyak mentah memicu kekhawatiran investor. Nasdaq berada di jalur penurunan mingguan lebih dari 4%. Investor khawatir perusahaan infrastruktur AI dengan beban utang besar tidak menghasilkan keuntungan tepat waktu untuk membayar kewajibannya, terutama jika biaya pinjaman meningkat. Saham CoreWeave turun 12% pada Jumat dan kehilangan sekitar 25% dalam lima sesi. Imbal hasil obligasinya melampaui 15%. Saham Broadcom turun 3,6%, sementara indeks semikonduktor Philadelphia (SOX) merosot 2,5% dan mencatat penurunan delapan hari berturut-turut. Harga minyak mentah naik lebih dari 3% karena kekhawatiran pasokan energi dari Timur Tengah. Strategi investasi senior US Bank Wealth Management Rob Haworth mengatakan ketidakpastian dan harga minyak tinggi membuat investor lebih berhati-hati. Pada penutupan, S&P 500 turun 1,22% menjadi 7.649,71, Nasdaq turun 2,19% ke 26.128,13, dan Dow Jones Industrial Average melemah 0,55% ke 51.891,77. Enam dari 11 sektor S&P 500 turun; jasa komunikasi melemah 2,52% dan teknologi informasi 2,38%. Investor menanti laporan kuartal III dari sejumlah perusahaan besar, termasuk Tesla, Meta Platforms, dan Procter & Gamble. Data LSEG menunjukkan analis memperkirakan laba perusahaan kuartal III naik lebih dari 30%, terutama ditopang perusahaan teknologi besar terkait AI. Namun, kenaikan indeks S&P 500 sekitar 12% sejak awal tahun berbanding dengan median kenaikan saham konstituennya sekitar 6%. Data inflasi konsumen dan produsen AS pekan itu lebih tinggi dari perkiraan. Pasar makin memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga bulan ini; Barclays memperkirakan kenaikan 25 basis poin pada Desember 2026 dan Januari 2027.