PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) menyiapkan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) untuk mengalihkan sebagian kewajibannya kepada dua kreditur menjadi saham. Nilai utang yang direncanakan untuk dikonversi sekitar Rp1,72 triliun. Rencana ini merupakan bagian dari restrukturisasi berdasarkan perjanjian perdamaian yang telah memperoleh homologasi. Dalam keterbukaan informasi yang dikutip Kontan, perseroan mengusulkan penerbitan paling banyak 43,08 miliar saham Seri C dengan harga pelaksanaan Rp40 per saham. Saham tersebut direncanakan diberikan kepada PT Mandara Sentra Perdana (MSP) sebanyak 25,27 miliar lembar dan PT Bina Aksara Muliatama (BAM) sebanyak 17,81 miliar lembar, sebagai pengganti sebagian piutang masing-masing. Nilai maksimum saham dikalikan harga pelaksanaan mencapai Rp1,7232 triliun, sejalan dengan angka sekitar Rp1,72 triliun setelah pembulatan. Jika transaksi terlaksana, VIVA memperkirakan porsi pemegang saham lama terdilusi 72,35%. MSP diproyeksikan menguasai 42,44% saham dan BAM 29,91%. Sejumlah pemegang saham lama juga diperkirakan mengalami penurunan porsi, termasuk Bakrie Global Ventura dari 32,94% menjadi 9,11%. Angka-angka tersebut merupakan proyeksi pascatransaksi, bukan komposisi kepemilikan yang sudah terjadi. Perseroan turut memperkirakan liabilitas turun 68,09% menjadi sekitar Rp907,81 miliar, sedangkan defisiensi modal berkurang 68,79% menjadi Rp781,77 miliar. Namun, ekuitas VIVA diproyeksikan masih negatif setelah aksi. Karena itu, penurunan kewajiban belum berarti persoalan permodalan sepenuhnya tuntas. Pengurangan pokok utang juga diharapkan dapat menekan beban bunga. PMTHMETD tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham melalui RUPSLB yang menurut jadwal indikatif akan digelar 17 November 2026. Pelaksanaan dan pencatatan saham baru diperkirakan berlangsung pada akhir November hingga pertengahan Desember 2026, dengan memperhatikan persetujuan serta ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, seluruh angka dampak dan jadwal tersebut masih berupa rencana perseroan. Sumber: Kontan, https://investasi.kontan.co.id/news/visi-media-viva-konversi-utang-rp-172-triliun-jadi-saham-dan-bikin-dilusi-7235