Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan bahwa proses pendaftaran dan pemutakhiran data penerima bantuan sosial tidak dipungut biaya. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat tingkat menteri di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (30/9/2026). Tito menjelaskan, agen perlindungan sosial hanya membantu warga menggunakan aplikasi, mendaftarkan data, serta mengambil informasi biometrik seperti pengenalan wajah. Agen tidak berwenang menetapkan seseorang sebagai penerima bansos atau menjamin bantuan akan disalurkan. Penentuan kelayakan dilakukan melalui sistem yang memadankan identitas kependudukan dengan berbagai basis data pemerintah. Informasi dari Dukcapil dapat dicocokkan dengan data kepemilikan rumah dan tanah dari ATR/BPN serta data kendaraan dari kepolisian. Hasil pemadanan tersebut digunakan untuk memperbarui pengelompokan kesejahteraan atau desil penerima bantuan. Agen yang dilibatkan berasal dari berbagai unsur, antara lain Babinsa, Bhabinkamtibmas, aparatur desa, pendamping PKH, petugas Posyandu, dan masyarakat. Mereka bekerja secara sukarela tanpa insentif dari negara, dengan pelatihan singkat untuk mengoperasikan aplikasi. Masyarakat tetap dapat mengajukan keberatan atau sanggahan apabila data dalam sistem tidak mencerminkan kondisi terbaru. Perubahan kondisi ekonomi, kepemilikan aset, maupun dampak bencana dapat memengaruhi penilaian dan perlu diperbarui melalui mekanisme yang tersedia. Tito meminta warga melaporkan agen yang meminta uang atau mengaku dapat meloloskan penerima bansos. Informasi terkait pemberitaan ini tersedia di ANTARA: https://m.antaranews.com/berita/5764636/kemendagri-agen-perlinsos-bersifat-sukarela-bansos-bebas-pungutan dan CNN Indonesia: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260930154951-92-1410060/tito-wanti-wanti-agen-bansos-tak-boleh-pungut-uang-dari-warga.
Tito Tegaskan Pemutakhiran Data Bansos Gratis, Agen Dilarang Memungut Uang
Agen perlindungan sosial hanya membantu pendaftaran dan pengambilan data biometrik, bukan menentukan penerima bantuan.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Zulhas Sebut Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Modal Dua Tahun Prabowo
Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan US$7,25 miliar dan NTP meningkat menjadi 131, optimis perkuat ekspor dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Taspen Tunggu Arahan soal Wacana Dana Pensiun PNS Disalurkan Koperasi
PT Taspen (Persero) masih menunggu arahan pemerintah terkait wacana penyaluran gaji dan dana pensiun PNS melalui koperasi.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.248 T pada Agustus 2026
Utang luar negeri (ULN) RI mencapai US$459,3 miliar atau Rp8.248 triliun pada Agustus 2026, naik dibandingkan ULN Juli yang Rp8.166,22 triliun.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
