BANGKOK, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlanjutan fiskal serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi produktif saat bertemu dengan para investor di Bangkok, Thailand, Selasa (13/10/2026). Menkeu menyampaikan bahwa Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kokoh. Hal ini ditopang oleh kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), stabilitas makroekonomi, serta koordinasi yang erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Dari sisi makroekonomi, sejumlah indikator utama menunjukkan aktivitas ekonomi domestik tetap solid. Inflasi Indonesia tercatat terjaga di level 3,3% pada akhir September 2026. Pada periode yang sama, Indeks Manufaktur (PMI) Indonesia kembali berada di zona ekspansi pada posisi 52,4 pada September 2026, sementara neraca perdagangan terus melanjutkan tren surplus. Menkeu menekankan, pemerintah konsisten menjaga kredibilitas pengelolaan ekonomi melalui kebijakan fiskal yang disiplin, terukur, dan adaptif terhadap risiko. Pemerintah juga berkomitmen menjaga defisit APBN tetap di bawah batas aman 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tanpa mengabaikan dukungan bagi pertumbuhan ekonomi dan perlindungan masyarakat. “Kebijakan fiskal harus mampu merespons berbagai tekanan, baik dari geopolitik, perdagangan, volatilitas pasar, maupun harga domestik, tanpa menggerus penyangga fiskal untuk masa depan,” ujar Suahasil dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026). Lebih lanjut, pemerintah menempatkan investasi sebagai salah satu motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi. Dalam rancangan APBN 2027, pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi sebesar 6%, dengan target pertumbuhan investasi setidaknya mencapai 7%. Untuk mencapainya, sinergi terus diperkuat antara kebijakan fiskal, peran Danantara dalam investasi strategis, dan partisipasi sektor swasta. Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Suminto, menambahkan bahwa fokus pemerintah bukan sekadar menarik modal masuk, melainkan membangun kepercayaan investor jangka panjang (sustainable confidence). Guna memupuk kepercayaan tersebut, pemerintah menjalankan tiga strategi utama: 1. Memperkuat Kredibilitas & Stabilitas: Menjaga kinerja fiskal, moneter, dan sektor keuangan, serta mengomunikasikan arah kebijakan secara berkala dan terpadu kepada pasar. 2. Menjaga Disiplin & Integritas Pasar: Menciptakan pasar keuangan yang lebih dalam, aktif, dan likuid. 3. Pendalaman Pasar Keuangan: Memperkuat basis investor institusional maupun ritel domestik agar lebih resilien menghadapi gejolak keuangan global. Melalui APBN yang kredibel, makroekonomi yang tangguh, dan ekosistem investasi yang terus diperbaiki, Indonesia siap membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya bagi investor untuk mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.