JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyiapkan aksi korporasi berupa penambahan modal dengan memberikan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue tahap II untuk menjaga pertumbuhan pembiayaan sebesar 16 persen. Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan, tambahan modal dibutuhkan agar ekspansi pembiayaan perseroan tetap berjalan dengan dukungan pendanaan yang sehat. Menurut Anggoro, pertumbuhan pembiayaan yang tinggi perlu diimbangi dengan penguatan sumber pendanaan. Meskipun dana pihak ketiga (DPK) BSI tumbuh 15 persen, perseroan tetap membutuhkan pendanaan yang memadai untuk mempertahankan pertumbuhan bisnisnya. “Kalau kami mau maintain loan growth 16 persen terus, kami butuh funding yang sehat. Sehingga dana ini tentunya nanti kami pakai juga untuk bisa supaya funding sehat,” kata Anggoro usai acara konferensi pers BSI International Expo Kedua Buy Local Go Global di Jakarta, Kamis (15/10/2026).