Indeks Bisnis-27 dibuka menguat seiring kenaikan IHSG pada Rabu (14/10/2026). Berdasarkan data BEI, indeks naik 0,33% ke 412,57; 16 saham menguat, 6 turun, dan 5 stagnan. PT Bukit Asam (PTBA) mencatat kenaikan tertinggi, 1,84% ke Rp3.320. Medco Energi Internasional (MEDC) tumbuh 1,38% ke Rp1.470 dan Alamtri Resources Indonesia (ADRO) naik 1,19% ke Rp2.550. Penurunan terdalam terjadi pada Bumi Resources Minerals (BRMS), turun 1,80% ke Rp545, dan Sumber Alfaria Trijaya (AMRT), melemah 1,60% ke Rp1.230. IHSG dibuka naik tipis 0,07% ke 5.930,18 dan bergerak pada rentang 5.929,18–5.952,93. Sebanyak 281 saham menguat, 193 turun, dan 489 stagnan. Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman menilai IHSG berpeluang menuju 5.980–6.000 jika menembus 5.950. Namun, apabila gagal melewati level psikologis 6.000, indeks berpotensi terkoreksi menguji support 5.770. BNI Sekuritas memperkirakan support hari itu pada 5.870–5.900 dan resistance 5.980–6.000.
Saham PTBA, MEDC, dan ADRO Bawa Indeks Bisnis-27 Dibuka Menguat
Indeks Bisnis-27 dibuka naik 0,33% ke 412,57, didorong PTBA, MEDC, dan ADRO. IHSG bergerak tipis lebih tinggi dan berpeluang menuju 5.980–6.000 jika melewati 5.950.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun
Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong membeli sekitar 100 juta saham BYAN senilai Rp1,12 triliun untuk tujuan investasi. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 10,25% dari hak suara.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
