JAKARTA, investor.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) kali ini agak berbeda. Di tengah badai besar aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (16/10/2026), saham GOTO malah diborong asing. Asing mencetak transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 288,3 miliar pada saham GOTO atau terbesar dibandingkan saham lainnya. Pembelian terjadi di pasar reguler BEI, berdasarkan data Stockbit Sekuritas. Manuver asing itu berlangsung saat harga saham GOTO turun tajam 7,4% ke level Rp 25 pada Jumat (16/10/2026). Dengan begitu, dalam sepekan terakhir, GOTO anjlok 16,6% dan sebulan ambrol 50%. Secara umum, investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) bernilai jumbo di tengah tragedi indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ambruk 678,6 poin (11,5%) ke level 5.185,1 pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026). Net sell asing di seluruh pasar hari ini mencapai Rp 3,3 triliun. Dengan begitu, total net sell asing sepanjang tahun berjalan ini bertambah menjadi Rp 88,19 triliun – berdasarkan data Bursa Efek Indonesia. Net sell asing terbesar di pasar reguler hari ini melanda saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencapai Rp 2,3 triliun. Baru-baru ini, saham GOTO dan BBCA menarik perhatian investor asing di tengah tekanan pasar saham Indonesia. Masuknya pengelola investasi asal Swedia, Coeli Asset Management, menjadi salah satu perkembangan yang dicermati setelah keputusan FTSE mengurangi kekhawatiran penurunan status pasar saham Indonesia. Head of Research Pluang Maju Sekuritas, Jason Gozali menilai keputusan FTSE menunjukkan adanya pengakuan terhadap reformasi pasar modal, termasuk pengetatan transparansi kepemilikan saham dan peningkatan batas minimum saham beredar di publik (free float) menjadi 15%. “Meski demikian, perkembangan tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pasar saham Indonesia telah memasuki fase pemulihan berkelanjutan,” sebut Jason dalam ulasannya. FTSE masih melakukan pemantauan dan menunda perubahan indeks tertentu hingga Desember. Sepanjang tahun berjalan ini, indeks harga saham gabungan (IHSG) masih mencatat pelemahan sekitar 30%. Di tengah kondisi tersebut, Coeli Asset Management untuk pertama kalinya menempatkan dana pada saham Indonesia dengan alokasi awal hampir 6% dari total dana kelolaannya. Portofolio awal perusahaan investasi asal Swedia tersebut mencakup saham GOTO dan BBCA.
Saham GOTO Agak Laen
Di tengah aksi jual investor asing di Bursa Efek Indonesia pada Jumat (16/10/2026), saham GoTo Gojek Tokopedia justru mencatatkan pembelian bersih asing Rp 288,3 miliar. Pada hari yang sama, harga GOTO turun 7,4% dan IHSG ambruk 11,5%.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Tabel KUR BSI Oktober 2026 Pinjaman Rp 1 Juta-Rp 100 Juta, Cek Angsuran Terbaru
Artikel menyajikan simulasi angsuran KUR BSI untuk pembiayaan Rp 1 juta hingga Rp 100 juta. Besar cicilan bulanan bergantung pada jumlah pinjaman dan tenor pembayaran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 09.03 WIB
0Kena Denda Rp600 Miliar, Ini Respons Emiten Prajogo CUAN dan BREN
OJK menjatuhkan denda Rp100 miliar kepada CUAN dan Rp500 miliar kepada BREN terkait temuan dalam proses IPO. Kedua perusahaan menyatakan kegiatan operasional tetap berjalan normal dan menyatakan akan mematuhi ketentuan yang berlaku.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 09.01 WIB
0Harga Emas Dunia dan Antam Diprediksi Menguat Pekan Depan, Ini Pemicunya
Harga emas dunia dan Antam diperkirakan berpeluang menguat pekan berikutnya, antara lain karena ketidakpastian geopolitik dan pembelian bank sentral. Emas dunia ditutup US$ 4.194 per troi ons pada Jumat (9/10), sedangkan emas Antam satu gram dibanderol Rp 2.592.000 pada Sabtu (10/10).
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 17 Okt 2026, 08.51 WIB
