JAKARTA, investor.id - Nilai tukar rupiah (IDR) dalam sepekan terakhir menguat 67 poin (0,36%) terhadap dolar AS (USD) dari Rp 18.156 ke level Rp 18.089 selama periode 2 November - 6 November 2026. Pada pembukaan perdagangan hari Senin, 2 November 2026 nilai tukar rupiah dibuka melemah 11 poin (0,06%) ke level Rp 18.158 per dolar AS. Kurs rupiah di awal pekan ditutup melemah 9 poin (0,05%) ke level Rp 18.156 per dolar AS. Selanjutnya pada perdagangan hari Selasa, 3 November 2026 rupiah dibuka menguat 4 poin (0,02%) ke level Rp 18.152 per dolar AS. Namun, rupiah di hari tersebut ditutup melemah tipis 4 poin (0,02%) di level Rp.18.160 per dolar AS. Pada perdagangan Rabu, 4 November 2026 rupiah balik menguat 50 poin (0,28%) ke level Rp 18.110 per dolar AS. Namun, penguatan tak berlangsung sama. Pada penutupan perdagangan, rupiah jatuh melemah 8 poin (0,04%) di level Rp 18.168 per dolar AS. Rupiah kemudian kembali menguat kencang pada perdagangan Kamis, 5 November 2026. Kurs rupiah dibuka melesat 87 poin (0,48%) ke level Rp 18.081 per dolar AS. Penguatan terus berjalan hingga penutupan perdagangan sebesar 86 poin (0,47%) ke level Rp 18.082 per dolar AS. Terakhir pada Jumat, 6 November 2026 nilai tukar rupiah merosot 29 poin (0,16%) ke level Rp 18.111 per dolar AS. Pada penutupan perdagangan, rupiah melemah 7 poin (0,04%) di level Rp 18.089 per dolar AS. Lebih lanjut, rupiah diantisipasi kembali memasuki tren pelemahan pada perdagangan Senin depan, 9 November 2026. “Untuk perdagangan Senin depan (9/11/2026), mata uang rupiah bakal fluktuatif namun cenderung melemah di rentang Rp 18.080 - Rp 18.130 per dolar AS,” ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangannya, dikutip pada Sabtu (7/11/2026). Adapun untuk perdagangan sepekan ke depan, Ibrahim memproyeksi kurs rupiah bergerak di antara Rp 17.920 - Rp 18.220 per dolar AS. “Target bulan November rupiah melemah di Rp 18.500 per dolar AS,” bebernya.