Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS bergerak fluktuatif melemah pada awal perdagangan di pasar spot Rabu (14/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, pukul 09.30 WIB, kurs rupiah berada pada posisi Rp 17.906 per dollar AS, melemah 6 poin atau 0,03 persen dibandingkan penutupan kemarin pada Rp 17.900. Namun, pukul 09.50 WIB rupiah menguat 0,08 persen ke posisi Rp 17.886 per dollar AS. Indeks dollar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB melemah 0,07 persen ke area 102,130. Pergerakan rupiah dibayangi sentimen dalam dan luar negeri. Dari domestik, pasar mencermati komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan pemerintah akan mempertahankan defisit APBN maksimal 3 persen terhadap PDB dan rasio utang tidak melampaui 60 persen terhadap PDB. Komitmen itu disampaikan dalam pertemuan bilateral dengan Presiden World Bank Group Ajay Banga di Bangkok, Selasa (13/10/2026). Suahasil mengatakan pemerintah ingin menjaga kredibilitas dengan menegaskan kembali batas defisit dan rasio utang tersebut. Dari eksternal, investor mencermati inflasi China yang meningkat pada September 2026, tetapi masih di bawah ekspektasi pasar. Inflasi konsumen tahunan China tercatat 0,9 persen, naik dari 0,8 persen pada Agustus, namun lebih rendah dari perkiraan 1 persen. Angka itu merupakan inflasi tertinggi sejak Juni 2026. Perkembangan ekonomi China menjadi perhatian karena negara tersebut merupakan salah satu mitra dagang utama Indonesia.
Rupiah Pagi Fluktuatif, Dollar AS Sempat Melemah Sentuh Rp 17.906
Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan, menyentuh Rp 17.906 per dollar AS, lalu menguat ke Rp 17.886. Pelaku pasar mencermati komitmen fiskal pemerintah dan data inflasi China.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
