Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat meningkatkan tekanan jual di pasar Surat Utang Negara (SUN). Di tengah ketidakpastian global dan domestik, investor diperkirakan lebih selektif mengikuti lelang SUN senilai Rp 30 triliun yang digelar pemerintah pada Selasa (27/10/2026). Economist & Fixed Income Analyst MNC Sekuritas Ridwan Adi Gunawan memperkirakan imbal hasil SUN tenor 10 tahun bergerak pada kisaran 7,35% hingga 7,45%. Proyeksi itu mempertimbangkan tekanan jual di sepanjang kurva SUN yang mendorong kenaikan yield sekitar 3 hingga 9 basis poin. Rupiah sebelumnya ditutup di level Rp 18.124 per dolar AS. Yield obligasi pemerintah tenor 5 tahun naik 6,2 basis poin menjadi 7,30%, sementara tenor 10 tahun naik 5,4 basis poin ke 7,47%. Investor juga mencermati keputusan suku bunga Federal Reserve yang dijadwalkan diumumkan pada Rabu. Ridwan memperkirakan penawaran dalam lelang mencapai Rp 40 triliun hingga Rp 45 triliun, setara bid-to-cover ratio sekitar 1,3 hingga 1,5 kali terhadap target Rp 30 triliun. Seri SUN yang dinilai menarik untuk perdagangan jangka pendek meliputi FR0059, FR0064, PBS030, FR0110, dan FR0111. Di pasar sekunder, transaksi sebelumnya didominasi FR0108 senilai Rp 1,27 triliun, PBS003 Rp 850 miliar, dan SPN12270107 Rp 750 miliar.