KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup pada level Rp 17.938 per dollar AS. Posisi ini melemah 35 poin atau sekitar 0,20 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor eksternal dan internal. Ibrahim mengatakan, pasar saham Indonesia menghadapi tekanan menjelang evaluasi Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada November 2026. Bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets diperkirakan hanya sekitar 0,43 persen pada akhir September. Sementara itu, investor mencermati risiko penurunan klasifikasi pasar, kelanjutan pembekuan saham, serta perkembangan reformasi pasar modal Indonesia.
Rupiah Loyo, Analis Soroti Evaluasi MSCI hingga Beban Fiskal
Rupiah ditutup melemah pada perdagangan Kamis (15/10/2026) ke Rp 17.938 per dollar AS, turun 35 poin atau sekitar 0,20 persen dari penutupan sebelumnya. Analis menyoroti tekanan eksternal dan internal, termasuk evaluasi MSCI dan risiko fiskal.
Diperbarui:
/data/photo/2026/05/04/69f8af325f993.jpg)
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Cerita Bos Kawan Lama Pilih AZKO dan Tinggalkan ACE Hardware
CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Teresa Wibowo menceritakan keputusan Kawan Lama Group mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Pertimbangannya mencakup persyaratan kerja sama dan strategi jangka panjang perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
