Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah ditutup melemah 0,20% atau 35 poin ke level Rp17.938 per dolar AS pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Para pelaku pasar menantikan arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi tinggi akibat geopolitik. Melansir laporan Trading Economics, gerak rupiah pada perdagangan sempat melemah hingga menyentuh Rp17.970 per dolar AS. Komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas rupiah menahan depresiasi tak lebih dalam. "Bank sentral menegaskan kembali komitmennya untuk menstabilkan rupiah melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) luar negeri maupun dalam negeri, serta di pasar spot. Cadangan devisa sedikit menurun pada bulan September, namun tetap berada di dekat level tertinggi dalam lima bulan terakhir," tulis laporan itu, Kamis (15/10/2026). Fundamental domestik juga dinilai masih solid. IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk 2026 dari 5,0% menjadi 5,1%, dengan mempertimbangkan langkah-langkah untuk mendukung konsumsi rumah tangga serta perkiraan peningkatan belanja pemerintah. Di sisi lain, IMF juga memeringatkan bahwa konflik geopolitik dan risiko pasokan energi dapat membebani perekonomian negara-negara pengimpor minyak. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi meningkat menjadi 3,28% secara tahunan (YoY) pada bulan September, yang mencerminkan tekanan harga berkelanjutan yang berisiko mempersulit prospek kebijakan. Sementara di tingkat global, indeks dolar AS tetap kuat meskipun sempat turun tipis dari level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Di saat rupiah melemah, indeks dolar AS juga turun 0,46% ke 102,08. "Saat ini para pelaku pasar sedang menilai sikap Federal Reserve menyusul data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan," tandas laporan itu.
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Cerita Bos Kawan Lama Pilih AZKO dan Tinggalkan ACE Hardware
CEO ruparupa sekaligus Direktur PT Aspirasi Hidup Indonesia Teresa Wibowo menceritakan keputusan Kawan Lama Group mengakhiri kerja sama waralaba ACE Hardware dan mengembangkan merek sendiri, AZKO. Pertimbangannya mencakup persyaratan kerja sama dan strategi jangka panjang perusahaan.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
