Pemerintah melihat peluang peningkatan ekspor Indonesia ke China, Amerika Serikat, Jepang, dan India, dengan total potensi ekspor yang belum tergarap mencapai 60,5 miliar dollar AS. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, angka itu berasal dari export gap, yakni selisih antara nilai ekspor saat ini dan potensi maksimal ke negara mitra dagang. Potensi export gap terbesar berada di China, sebesar 31 miliar dollar AS, terutama pada mineral dan logam, mesin dan peralatan elektronik, produk kayu, kertas, karet, plastik, serta bahan kimia. Peluang ke AS mencapai 14 miliar dollar AS, mencakup antara lain kendaraan, mineral dan logam, mesin dan elektronik, produk kayu, kertas, karet, plastik, dan bahan kimia. Potensi di India tercatat 10 miliar dollar AS, sedangkan di Jepang 5,5 miliar dollar AS. Pemetaan dilakukan di tengah dinamika perdagangan global dan upaya memulihkan neraca perdagangan. Pada Januari–Agustus 2026, Indonesia mencatat surplus kumulatif 7,25 miliar dollar AS. Neraca sempat defisit 1,61 miliar dollar AS pada Mei dan 450 juta dollar AS pada Juni, lalu surplus 120 juta dollar AS pada Juli dan 3,55 miliar dollar AS pada Agustus. Airlangga mengatakan strategi ekspor akan mencocokkan kapasitas produksi dalam negeri dengan kebutuhan negara tujuan, termasuk sektor pertambangan, pertanian, perkebunan, perikanan, dan manufaktur.
RI Punya Peluang Ekspor 60,5 Miliar Dollar AS, China Jadi Pasar Terbesar
Pemerintah memperkirakan peluang ekspor Indonesia yang belum tergarap ke China, AS, Jepang, dan India mencapai 60,5 miliar dollar AS. China menjadi peluang terbesar, sebesar 31 miliar dollar AS; surplus perdagangan kumulatif Januari–Agustus 2026 tercatat 7,25 miliar dollar AS.
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
