Bisnis.com, JAKARTA — Perkembangan geopolitik, sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI), dan ekspektasi kebijakan hawkish Federal Reserve (The Fed) masih membayangi pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) hari ini, Rabu (14/10/2026). Technical Analyst BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda mengatakan IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 5.926 pada Selasa (13/10/2026). Indeks menunjukkan perlawanan setelah tekanan jual signifikan pada sesi sebelumnya, didukung aksi beli bersih investor asing sebesar Rp5,8 miliar di pasar reguler. Dari sisi teknikal, IHSG hari ini berpeluang mengalami technical rebound setelah membentuk pola hammer di area support 5.850–5.800. Namun, indikator moving average convergence divergence (MACD) masih menunjukkan momentum bearish sehingga konfirmasi penguatan lebih lanjut diperlukan. "Apabila IHSG menembus level support tersebut, indeks berisiko melanjutkan pelemahan menuju 5.750. Sementara itu, resistance terdekat berada pada rentang 6.000–6.020," paparnya dalam publikasi riset. Pelaku pasar juga mencermati rilis data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) Amerika Serikat untuk September 2026. Konsensus memperkirakan inflasi tahunan AS mencapai 3,6%, meningkat dari 3,4% pada Agustus. Realisasi inflasi AS yang melampaui ekspektasi berpotensi memperkuat dolar AS dan menekan nilai tukar rupiah serta aliran dana asing ke pasar saham domestik. Perkembangan geopolitik dan sentimen MSCI juga masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan investor. Berikut rekomendasi saham dari BRI Danareksa pada perdagangan hari ini, Rabu (14/10/2026): PTBA — Buy dengan target harga Rp3.320–Rp3.420 dan stop loss di bawah Rp3.100 untuk strategi swing trade; EMAS — Buy dengan target Rp8.300–Rp8.600 dan stop loss di bawah Rp7.700 untuk swing trade; ERAA — Buy dengan target Rp655–Rp670 dan stop loss di bawah Rp600 untuk day trade; FUTR — Sell dengan target Rp202–Rp158. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG dibuka menguat 0,33% ke level 5.945,59 pada Rabu (14/10/2026). Sebanyak 307 saham menguat, 152 melemah, dan 504 saham stagnan.