PT Timah Tbk. (TINS) mengeluarkan biaya eksplorasi sebesar Rp33.192.101.386 sepanjang Triwulan III 2026. Dalam laporan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, perusahaan merinci Rp21.629.645.801 untuk biaya operasional dan Rp11.562.455.585 untuk investasi. Angka Rp33,19 miliar merupakan pembulatan dari total tersebut. Eksplorasi pada Juli hingga September berfokus pada komoditas timah. Di Pulau Bangka dan Belitung, kegiatan darat meliputi pemetaan, survei geofisika ground magnetic dan geolistrik, serta pengeboran untuk timah primer dan aluvial. Total pengeboran yang terealisasi mencapai 11.666 meter. Sementara itu, kegiatan di laut pada triwulan tersebut terbatas pada survei batimetri di perairan Bangka. PT Timah menyatakan belum melakukan pengeboran eksplorasi maupun pengeboran pandu di lepas pantai selama periode itu. Untuk Triwulan IV 2026, perusahaan merencanakan evaluasi dan kelanjutan program eksplorasi. Kegiatan laut direncanakan menggunakan satu kapal bor dan empat ponton bor di perairan Bangka dan Kundur. Di darat, agenda mencakup pengeboran eksplorasi dan pandu, survei geofisika lanjutan di Belitung, serta survei topografi di Bangka dan Belitung. Laporan eksplorasi tersebut tidak memuat rincian mengenai kenaikan produksi bijih timah di Belitung maupun alokasi RKAB. Informasi tentang kedua hal itu memerlukan rujukan terpisah, sehingga tidak disajikan sebagai temuan dari laporan ini. Sumber: Laporan eksplorasi PT Timah kepada BEI, tertanggal 9 Oktober 2026: https://www.idx.co.id/StaticData/NewsAndAnnouncement/ANNOUNCEMENTSTOCK/From_EREP/202610/f09b4346f9_24a8ed497b.pdf