JAKARTA, investor.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) diprediksi masih akan bergerak sideways pada perdagangan, Kamis (15/10/2026). Sementara itu, IHSG ditutup menguat pada level 5.943 (0,29%) di perdagangan Rabu (14/10/2026). Sektor teknologi membukukan penguatan terbesar. IHSG bergerak fluktuatif di tengah sentimen harga minyak yang masih bertahan di level tinggi, menantikan data inflasi AS, serta investor mulai mengantisipasi review MSCI yang dijadwalkan pada November mendatang. Beberapa saham rebound secara teknikal setelah mengalami tekanan jual pada perdagangan Senin (12/10/2026). Rupiah ditutup melemah 0,06% pada level Rp 17.885 per dolar AS di tengah dolar AS yang masih kuat. Phintraco Sekuritas menjelaskan, secara teknikal, indikator Stochastic RSI IHSG masih bergerak melemah di area pivot dan histogram MACD masih berada di teritori negatif. “Sehingga diperkirakan IHSG masih bergerak sideways pada kisaran 5.850-6.000,” tulis Phintraco Sekuritas dalam ulasan, Rabu (14/10/2026). Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan IHSG dapat diwaspadai adanya koreksi ke rentang 5.744-5.794. Best case, koreksi IHSG hanya akan menguji 5.897-5.940 dan menguat kembali untuk menguji 5.989-6.014. MNC Sekuritas memberikan rekomendasi saham ADMR, BRMS, ENRG, dan ISAT untuk trading, Kamis (15/10/2026).