JAKARTA, investor.id – Harga emas batangan PT Antam Tbk (ANTM) diproyeksi bergerak fluktuatif pada Kamis, 15 Oktober 2026. Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam (ANTM) melanjutkan tren koreksi. "Apabila terkoreksi (harga emas Antam) akan menurun ke Rp 2.582.000 per gram. Jika kembali menurun, level resistance kedua di Rp 2.430.000 per gram," kata Ibrahim dalam keterangannya, dikutip pada Rabu (14/10/2026). Meski demikian, Ibrahim meyakini harga emas Antam (ANTM) masih punya peluang kembali masuk zona hijau. "Apabila logam mulia (emas Antam) mengalami penguatan, kemungkinan besar kenaikan hingga Rp 20.000 ke level support Rp 2.612.000 per gram. Kemudian penguatan dalam satu pekan kemungkinan akan menuju di level Rp 2.740.000 per gram," paparnya. Dipantau dari laman Logam Mulia, harga emas Antam (ANTM) hari ini stabil di level Rp 2.574.000 per gram. Sepanjang 2026, harga emas Antam (ANTM) masih mencatat kenaikan sekitar 3,45%, dari posisi Rp 2.488.000 per gram pada 1 Januari 2026. Sementara itu, harga beli kembali atau buyback emas Antam (ANTM) pada Rabu (14/10/2026) juga bertahan di level Rp 2.383.000 per gram. Transaksi buyback emas Antam (ANTM) dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 34/PMK.10/2017. Baca juga: Buyback dengan nominal lebih dari Rp 10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5% bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3% bagi non-NPWP. PPh 22 atas transaksi buyback dipangkas langsung dari total nilai buyback.
Prediksi Harga Emas Antam (ANTM) Kamis 15 Oktober 2026
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam masih dapat melanjutkan koreksi, meski berpeluang menguat kembali. Pada Rabu, harga emas Antam tercatat Rp2.574.000 per gram dan buyback Rp2.383.000 per gram.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Low Tuck Kwong Borong 100 Juta Saham BYAN Senilai Rp1,12 Triliun
Direktur Utama Bayan Resources Low Tuck Kwong membeli sekitar 100 juta saham BYAN senilai Rp1,12 triliun untuk tujuan investasi. Setelah transaksi, kepemilikan sahamnya meningkat menjadi 10,25% dari hak suara.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
