Pemerintah menargetkan 8.000 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) beroperasi pada akhir Oktober 2026. Untuk itu, mulai 15 Oktober, pemerintah pusat akan memantau langsung kesiapan barang dagangan serta sarana dan prasarana koperasi tersebut agar operasionalnya berjalan maksimal. Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satuan Tugas KDKMP, Zulkifli Hasan, menyatakan kunjungan lapangan secara maraton akan dilakukan ke KDKMP di berbagai wilayah Indonesia mulai 15 Oktober 2026. Pemantauan tersebut untuk memastikan kesiapan teknis maupun nonteknis operasionalisasi. “Mulai besok akan lakukan monitoring ke Kopdes ini, 8.000 dulu pertama, selama delapan hari ini akan ngecek terus, apa yang belum, apa yang sudah, ada yang sudah baik, ada yang belum,” tutur Zulkifli dalam keterangan resmi yang diterima pada Rabu (14/10/2026). Sebelumnya, Menteri Koperasi Ferry Juliantono telah mengunjungi 107 titik KDKMP untuk memastikan koperasi siap beroperasi melayani masyarakat. Kunjungan itu menjadi sampel dari puluhan ribu KDKMP yang pembangunannya telah selesai, guna mengecek apakah seluruh perangkat dan kelengkapan siap mendukung percepatan operasionalisasi. “Kita perlu ada posko untuk memastikan kelancaran semua penyaluran barang-barang kebutuhan masyarakat khususnya barang bersubsidi apakah ada hambatan atau tidak. Nanti secara harian akan dimonitor,” kata Ferry. Ferry menegaskan, keberhasilan operasionalisasi KDKMP membutuhkan koordinasi dan sinergi lintas kementerian/lembaga maupun BUMN. Ia berharap koordinasi dan sinergi itu terus dijaga agar KDKMP menjadi instrumen utama penguatan ekonomi desa serta memberi manfaat lebih luas bagi masyarakat. “Bapak Presiden (Prabowo) ingin agar KDKMP sudah bisa beroperasi sebanyak mungkin. Maka kami ingin melakukan percepatan penyaluran pupuk, gas LPG beras SPHP dan lainnya,” tegas Ferry. Dalam skema operasionalnya, PT Agrinas Pangan Nusantara mendapat penugasan mengoperasikan KDKMP selama dua tahun sebagai masa transisi berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2026. Penugasan itu mencakup pengelolaan sumber daya manusia dan usaha, pencapaian target, pendampingan dan evaluasi, pengembangan sistem terintegrasi dengan Simkopdes, serta penyusunan laporan, SOP, target kinerja, dan tata kerja.
Pemerintah Kebut 8.000 Kopdes Merah Putih agar Beroperasi Akhir Oktober
Pemerintah menargetkan 8.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih beroperasi pada akhir Oktober 2026. Mulai 15 Oktober, pemerintah akan memantau kesiapan barang dagangan serta sarana dan prasarana koperasi.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
