PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) mengantongi mandat pemeringkatan surat utang korporasi senilai Rp56,19 triliun per September 2026 dari 40 perusahaan. Head of Economic Research Division Suhindarto menyebut Rp33,73 triliun berasal dari perusahaan non-BUMN dan Rp22,46 triliun dari BUMN atau anak usahanya. Mandat terbesar berasal dari sektor entitas terkait pemerintah sebesar Rp9,40 triliun, perbankan Rp6,10 triliun, dan telekomunikasi Rp6 triliun. Mandat sektor pelabuhan tercatat Rp200 miliar. Rencana penerbitan mencakup PUB obligasi Rp25,48 triliun, PUB sukuk Rp12,50 triliun, obligasi Rp7,50 triliun, MTN Rp5,01 triliun, sukuk Rp3,69 triliun, dan sekuritisasi Rp2 triliun. Pefindo juga mencatat kebutuhan refinancing Rp43,56 triliun pada kuartal IV/2026. Penerbitan surat utang korporasi Januari–September tercatat Rp139,6 triliun, turun 12,75% secara tahunan. Dengan potensi refinancing tersebut, total penerbitan hingga akhir tahun diperkirakan berpeluang mencapai Rp183,16 triliun.
Pefindo Kantongi Mandat Pemeringkatan Surat Utang Rp56,19 Triliun
Pefindo menerima mandat pemeringkatan surat utang korporasi senilai Rp56,19 triliun dari 40 perusahaan hingga September 2026. Kebutuhan refinancing pada kuartal akhir diperkirakan mencapai Rp43,56 triliun.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
