DENPASAR, KOMPAS.com - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menilai rencana konsolidasi perusahaan asuransi milik Badan Usaha Milik Negara tidak akan memengaruhi kepesertaan dalam program penjaminan polis asuransi. Di bawah naungan Danantara, sebanyak 15 perusahaan asuransi BUMN akan tergabung menjadi tiga, yakni asuransi umum, asuransi jiwa, dan reasuransi. Konsolidasi ditargetkan rampung pada akhir 2026. Indonesia Financial Group akan menjadi induk tunggal untuk proses konsolidasi dan merger perusahaan asuransi BUMN tersebut. Dalam pelaksanaan penjaminan polis, LPS hanya akan menjamin polis asuransi umum dan asuransi jiwa, tidak termasuk reasuransi. Anggota Dewan Komisioner Bidang Program Penjaminan Polis LPS Ferdinan D. Purba mengatakan kepesertaan program akan mengacu pada perusahaan yang menjalankan aktivitas asuransi, bukan perusahaan induk atau holding. Ia menjelaskan, perusahaan asuransi yang menjalankan kegiatan usaha dan menerbitkan polis akan menjadi peserta program. Perusahaan induk yang hanya berperan sebagai pemegang saham dan tidak menerbitkan polis tidak menjadi peserta. Purba mengibaratkan mekanisme tersebut dengan penjaminan simpanan perbankan: kepesertaan terkait dengan bank yang menerima simpanan dan menerbitkan produk simpanan. Pada industri asuransi, acuannya adalah perusahaan yang menerbitkan produk asuransi.
LPS: Merger Asuransi BUMN Tak Pengaruhi Kepesertaan Penjaminan Polis
LPS menilai konsolidasi perusahaan asuransi BUMN tidak akan mengubah kepesertaan dalam program penjaminan polis. Program tersebut mengacu pada perusahaan yang menjalankan kegiatan asuransi dan menerbitkan polis, bukan perusahaan induk yang hanya bertindak sebagai holding.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0IHSG Sepekan Anjlok 14,91%, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp1.544 Triliun
IHSG turun 14,91% ke 5.185,105 selama perdagangan 12–16 Oktober 2026, sementara kapitalisasi pasar BEI menyusut Rp1.544 triliun menjadi Rp9.157 triliun. Volume transaksi harian dan nilai transaksi rata-rata turun, sedangkan frekuensinya meningkat.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.55 WIB
0Ketahanan Energi Berukuran Jam
Kolom ini membandingkan gangguan listrik di Batam-Bintan dengan kelangkaan BBM di Bali, dan mempertanyakan daya tahan sistem energi saat satu komponen atau pasokan terganggu. Penulis menyoroti pemadaman lebih dari 400.000 pelanggan serta keterlambatan bongkar muat kapal yang memperparah antrean BBM.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.26 WIB
0Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sejauh Mana Janji 19 Juta Lapangan Kerja?
Artikel meninjau janji 19 juta lapangan kerja setelah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah perubahan industri dan PHK. Data Kemnaker yang dikutip menunjukkan PHK pada 2026 mencapai 63.789 orang; pemerintah menyebut angkatan kerja bertambah sekitar 3,2–3,5 juta per tahun dan menjalankan program magang nasional.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.26 WIB
