KOMPAS.com - Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) membukukan rekor laba selama enam kuartal berturut-turut berkat tingginya permintaan cip kecerdasan buatan (AI). Namun, kinerja keuangan yang kuat itu belum mampu menahan penurunan saham perusahaan di tengah aksi jual saham sektor AI. Saham TSMC yang tercatat di bursa Amerika Serikat (AS) turun sekitar 4 persen pada perdagangan Kamis (15/10/2026). Penurunan tersebut terjadi meskipun perusahaan melaporkan pertumbuhan laba dan pendapatan yang signifikan serta memperkirakan penjualan kuartal berjalan melampaui ekspektasi analis. Dilansir dari Yahoo Finance, laba bersih TSMC melonjak hampir 69 persen, sedangkan pendapatan perusahaan meningkat 51 persen. Perusahaan manufaktur cip asal Taiwan itu juga memperkirakan pendapatan kuartal berjalan mencapai 54,3 miliar dollar AS. Permintaan terhadap cip canggih yang digunakan untuk mengembangkan teknologi AI menjadi pendorong utama pertumbuhan bisnis TSMC. “Permintaan terhadap teknologi tercanggih kami terus sangat kuat,” kata CEO TSMC C.C. Wei dalam paparan kinerja perusahaan. Wei mengatakan, permintaan cip untuk AI terus meningkat seiring dengan semakin luasnya penggunaan agentic AI. Teknologi ini memungkinkan sistem AI menjalankan tugas dan mengambil tindakan berdasarkan tujuan yang diberikan, bukan sekadar menjawab pertanyaan seperti chatbot konvensional. Meski mencatat pertumbuhan kuat, TSMC menghadapi tekanan pada margin keuntungan kotor atau gross margin. Pada kuartal III-2026, margin kotor perusahaan tercatat 66,4 persen, turun dari 67,7 persen pada kuartal sebelumnya. Untuk kuartal IV-2026, TSMC memperkirakan margin kotor berada pada kisaran 65 persen hingga 67 persen. Di sisi lain, perusahaan tetap berencana mengalokasikan investasi besar untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di tengah perkembangan industri AI. Direktur Keuangan TSMC Wendell Huang menegaskan, perusahaan mempertahankan anggaran belanja modal sepanjang 2026 pada kisaran 60 miliar dollar AS hingga 64 miliar dollar AS. “Mempertimbangkan permintaan kuat dari pelanggan yang diperkirakan berlanjut selama beberapa tahun, termasuk pasar agentic AI yang mulai berkembang, kami menegaskan kembali anggaran belanja modal setahun penuh 2026 sebesar 60 miliar dollar AS hingga 64 miliar dollar AS,” ujar Huang. Ia menambahkan, belanja modal TSMC selama periode 2026 hingga 2028 diperkirakan jauh lebih tinggi dibandingkan tiga tahun sebelumnya.