Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengungkapkan sekitar 41 persen kawasan konservasi laut berada di Indonesia bagian tengah. Proporsi itu terbesar dibandingkan wilayah barat dan timur. Direktur Konservasi Ekosistem KKP Muh. Firdaus Agung mengatakan, berdasarkan pembagian wilayah yang digunakan dalam data saat ini, sekitar 21 persen kawasan konservasi berada di Indonesia bagian barat, 41 persen di tengah, dan 37 persen di timur. KKP menegaskan penambahan kawasan konservasi tidak semata-mata ditujukan untuk menyamakan proporsi luasan antarwilayah atau mengejar target luas. Penetapan kawasan baru memprioritaskan wilayah yang memiliki kesenjangan keterwakilan habitat dan fungsi ekologis. Habitat penting, lokasi pemijahan, jalur migrasi, konektivitas ekosistem, atau fungsi ekologis lain yang belum terwakili akan menjadi perhatian, di wilayah mana pun. KKP menargetkan luas kawasan konservasi laut Indonesia mencapai 97,5 juta hektar pada 2045. Hingga 2025, pemerintah mengidentifikasi kawasan seluas 30,97 juta hektar di 554 lokasi. Sebanyak 168 kawasan dengan luas 24,91 juta hektar telah resmi ditetapkan, sedangkan 386 kawasan masih berstatus pencadangan. Masih terdapat kekurangan sekitar 66,5 juta hektar untuk mencapai target. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pencarian ruang konservasi perlu mempertimbangkan karakter laut yang berbeda dengan daratan.