Kepastian hukum dan regulasi yang konsisten dinilai menjadi faktor penting untuk menarik investasi asing ke Indonesia. Perubahan aturan yang tidak menentu berpotensi memengaruhi kepercayaan investor dalam mengambil keputusan investasi. Ketua Umum Ikatan Alumni (IKA) Prasetiya Mulya Edy Sutrisman mengatakan kepastian hukum menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum menanamkan modal di Indonesia. “Kalau saya melihatnya begini, pertama, seperti tadi dibahas, adalah kepastian hukum itu penting. Regulasi yang tidak berubah-ubah itu menjadi daya tarik bagi investor ketika ingin memasukkan investasi ke Indonesia,” ujar Edy dalam acara Outlook 2027: Winning The Next Growth Cycle di Kempinski Jakarta, Jumat (16/10/2026). Di sisi lain, iklim investasi terus mengalami perubahan, terutama di tengah kondisi geopolitik yang belum mereda. Para pengusaha didorong membaca perubahan, memanfaatkan peluang, dan beradaptasi. IKA Prasetiya Mulya bersama Prasmul-ELI (Executive Learning Institute) mengadakan acara Outlook 2027: Winning The Next Growth Cycle. Acara tersebut dihadiri 281 pengusaha yang berdiskusi dengan sejumlah narasumber dari pemerintah, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin), pakar ekonomi, dan pemangku kepentingan lain. Acara itu diharapkan memberi pengetahuan bagi pengusaha untuk mempersiapkan diri menghadapi iklim investasi tahun depan. Chief Executive Officer Prasetiya Mulya ELI Citra Junika Siregar mengatakan pelaku usaha perlu mempertahankan sikap positif karena di balik risiko dan tantangan terdapat peluang. Citra juga berharap pemerintah memberikan kepastian hukum dan meningkatkan kepercayaan atas keputusan yang diambil, agar kepercayaan investor dan pelaku bisnis meningkat.
Kepastian Hukum Jadi Kunci Tarik Investor Asing ke Indonesia
Kepastian hukum dan regulasi yang konsisten dinilai penting untuk menarik investasi asing. Pelaku usaha juga didorong membaca perubahan iklim investasi dan beradaptasi dengan kondisi geopolitik.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Wall Street Anjlok, Saham AI Tertekan dan Harga Minyak Melonjak
Bursa AS melemah pada Jumat (16/10), tertekan saham teknologi terkait AI dan kenaikan harga minyak. Nasdaq turun 2,19%, S&P 500 1,22%, dan Dow Jones 0,55%; investor juga mencermati inflasi serta arah suku bunga The Fed.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 17 Okt 2026, 08.16 WIB
0Daftar Saham PER Terendah & Tertinggi LQ45 (16 Oktober 2026), Asing Net Sell Rp3,34 T
Perdagangan saham LQ45 pada 16 Oktober diwarnai koreksi massal, dengan nilai transaksi bursa Rp32 triliun dan net sell asing Rp3,34 triliun. PGAS memimpin penurunan di kelompok saham PER rendah, sementara GOTO mencatat koreksi paling ringan di kelompok PER tinggi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 17 Okt 2026, 08.16 WIB
0Penegakan Hukum Lambat, Ancaman MSCI Datang Lebih Cepat
IHSG merosot 11,57% ke 5.185,10 pada Jumat (16/10), bersamaan dengan net sell investor asing Rp3,34 triliun. Kontan menyoroti bahwa usulan MSCI untuk mengubah status Indonesia menjadi standalone market muncul sebelum OJK mengumumkan sanksi atas sejumlah pelanggaran pasar modal.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 17 Okt 2026, 08.16 WIB
