Kepastian hukum dinilai menjadi salah satu fondasi penting untuk menjaga pertumbuhan industri hijau di Indonesia. Direktur Eksekutif Visi Indonesia Raya Emisi Nol Bersih (ViriyaENB) Suzanty Sitorus mengatakan perkembangan teknologi, terutama yang berkaitan dengan sektor rendah emisi, berjalan lebih cepat dibandingkan pembentukan atau pembaruan aturan. Menurut Suzanty, regulasi dibutuhkan bukan hanya untuk memberikan kepastian kepada pelaku usaha dan investor, tetapi juga untuk mengatur aspek teknis penggunaan teknologi baru. Tanpa kerangka hukum yang jelas, inovasi dapat menghadapi hambatan dalam proses penerapan, klasifikasi, maupun legalisasi. Ia mencontohkan keberagaman kendaraan elektrifikasi yang memerlukan koordinasi lintas sektor. Pemerintah, melalui kementerian terkait seperti Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Perindustrian, perlu menyelaraskan klasifikasi kendaraan serta prosedur legalisasinya. Tantangan serupa terlihat pada pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap. Teknologi ini dapat membantu masyarakat memperoleh listrik dari sumber energi terbarukan dan berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap pasokan listrik jaringan. Namun, kemandirian tersebut tidak otomatis berarti seluruh pengguna dapat sepenuhnya terlepas dari jaringan PLN. Pengaturan PLTS atap tetap berkaitan dengan sistem tenaga listrik pemegang izin usaha penyediaan tenaga listrik. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 2 Tahun 2024 telah mengatur sejumlah aspek PLTS atap, termasuk komponen sistem, sambungan ke jaringan, alat ukur, pengamanan, serta ketentuan keselamatan dan keandalan ketenagalistrikan. Aturan itu menggantikan Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2021. Suzanty juga mengingatkan bahwa ketiadaan aturan dapat menimbulkan persoalan keamanan. Peringatan mengenai potensi risiko kebakaran tersebut merupakan pandangan narasumber dan belum didukung bukti teknis primer yang secara khusus membuktikan hubungan sebab-akibat pada kasus tertentu. Karena itu, aspek keselamatan perlu dibahas bersama regulator dan lembaga teknis terkait. Ia mendorong agar regulasi tidak semata-mata berorientasi pada pemberian hukuman kepada masyarakat yang menggunakan teknologi baru. Pemerintah dinilai perlu lebih cepat memahami perkembangan di lapangan dan merumuskan aturan yang relevan dengan kebutuhan industri. Pandangan itu disampaikan dalam Evolution Indonesia Forum 2026 yang digelar CNN Indonesia di Jakarta pada 30 September 2026. Sumber pemberitaan: https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260930151125-85-1410033/kepastian-hukum-dinilai-sangat-krusial-buat-kawal-tren-industri-hijau
Kepastian Hukum Dinilai Penting untuk Menjaga Laju Industri Hijau
Regulasi yang responsif diperlukan agar inovasi kendaraan listrik dan PLTS atap berkembang dengan aman serta memberi kepastian bagi investor.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Zulhas Sebut Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Modal Dua Tahun Prabowo
Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan US$7,25 miliar dan NTP meningkat menjadi 131, optimis perkuat ekspor dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Taspen Tunggu Arahan soal Wacana Dana Pensiun PNS Disalurkan Koperasi
PT Taspen (Persero) masih menunggu arahan pemerintah terkait wacana penyaluran gaji dan dana pensiun PNS melalui koperasi.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.248 T pada Agustus 2026
Utang luar negeri (ULN) RI mencapai US$459,3 miliar atau Rp8.248 triliun pada Agustus 2026, naik dibandingkan ULN Juli yang Rp8.166,22 triliun.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
