Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan kembali melemah pada perdagangan Senin, 28 September 2026. Proyeksi ini muncul setelah IHSG terkoreksi 0,90 persen atau 56,7 poin ke level 6.241,89 pada penutupan Jumat, 25 September 2026. Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana mengatakan IHSG masih dibayangi tekanan jual, meski indeks tertahan di atas MA-20. Menurut dia, IHSG berada pada bagian wave a dari wave (x) sehingga berpotensi menguji area support 6.157-6.209. Ia memproyeksikan support di 6.174 dan 6.108, dengan resistance 6.380 dan 6.535. Saham yang direkomendasikan antara lain COIN, INDF, HMSP, dan ENRG. Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga melihat peluang pelemahan lanjutan setelah IHSG ditutup di bawah 6.290 dan membentuk candle bearish marubozu pada grafik mingguan. Target terdekat berada di 6.159. Jika tekanan jual meningkat, IHSG berpotensi menguji area 6.015-6.029, dengan support berikutnya 5.850 dan resistance 6.423, 6.552, serta 6.712. Saham pilihannya meliputi ADRO, BBRI, BUMI, dan DEWA. Pada perdagangan Jumat, 558 saham turun, 118 naik, dan 117 stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp9,43 triliun, dengan volume 33,23 miliar saham dan frekuensi 1,63 juta kali berdasarkan RTI Infokom. Angka transaksi dan volume dapat berbeda antar laporan media. Level teknikal tersebut merupakan proyeksi, bukan kepastian arah pasar atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi berada di tangan pembaca.