KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada perdagangan Kamis (15/10/2026). IHSG diperkirakan masih akan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Analis Teknikal BRI Danareksa Sekuritas Reza Diofanda memperkirakan IHSG bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (16/10/2026), dengan rentang support di 5.745 dan resistance di kisaran 5.920-6.000 sambil menunggu konfirmasi teknikal serta katalis sentimen signifikan untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Pada perdagangan Jumat (16/10/2026), pelaku pasar akan mencermati pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan IMF–World Bank serta respons pasar terhadap data inflasi AS. Sikap The Fed yang lebih hawkish berpotensi menopang dolar AS dan menekan rupiah, sedangkan sinyal yang lebih moderat dapat membuka ruang stabilisasi. Dari China, surplus perdagangan September sebesar US$ 133,5 miliar dengan pertumbuhan impor 31% YoY berpotensi menjadi katalis positif bagi prospek perdagangan regional. “IHSG mengonfirmasi pola Head & Shoulders setelah menembus neckline 6.000. MACD masih negatif dan indeks berada di bawah MA20 (6.133), menjaga bias bearish,” tutur Reza kepada Kontan (15/10/2026). Sementara itu, Head of Research MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan untuk perdagangan Jumat (16/10/2026), IHSG berpeluang mengalami technical rebound setelah terkoreksi selama dua hari berturut-turut. Pelaku pasar juga akan mencermati rilis data indeks harga produsen atau Producer Price Index (PPI) AS. Herditya memproyeksikan IHSG memiliki level support di 5.841 dan resistance di 5.883. Adapun saham yang perlu dicermati untuk perdagangan Jumat meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan rentang Rp 6.225-Rp 6.350, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) di kisaran Rp 7.125-Rp 7.275, serta PT Timah Tbk (TINS) pada rentang Rp 4.320-Rp 4.580.
IHSG Diproyeksi Bergerak Terbatas pada Jumat (16/10), Cek Rekomendasi Saham Berikut
IHSG ditutup melemah 1,33% ke level 5.863,78 pada Kamis, dan diperkirakan bergerak terbatas pada Jumat. Analis menyoroti level support-resistance, data ekonomi AS, serta sejumlah saham untuk dicermati.
Diperbarui:
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Wall Street Anjlok Tertekan Saham Teknologi dan AI
Wall Street melemah pada Jumat (16/10/2026), terseret aksi jual saham teknologi dan semikonduktor serta lonjakan harga minyak. Nasdaq turun 2,14%, S&P 500 turun 1,09%, dan Dow Jones melemah 0,34%.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 06.40 WIB
0IHSG Anjlok 14,91%, Ini 10 Saham Top Gainers Sepekan
Sejumlah saham naik hingga hampir 100% pada pekan perdagangan 12–16 Oktober 2026, meski IHSG terkoreksi 14,91%. BIKE memimpin daftar top gainers dengan kenaikan 96,26%.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 06.40 WIB
0Cadangan Devisa RI Cukup untuk 6 Bulan, CORE Wanti-wanti Arus Modal Keluar
CORE Indonesia mengingatkan pemerintah dan otoritas keuangan agar merespons gejolak pasar dengan cepat untuk mencegah arus keluar modal berkepanjangan. Cadangan devisa tercatat US$ 146,3 miliar pada akhir September 2026, setara 5,3 bulan impor atau mendekati enam bulan.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 16 Okt 2026, 23.52 WIB
