JAKARTA, KOMPAS.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Pelemahan terjadi di tengah kekhawatiran investor terhadap rencana Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup melemah 678,67 poin atau 11,57 persen ke level 5.185,11. Indeks sempat menyentuh level tertinggi 5.404,51 dan terendah 5.185,11. IHSG dibuka di level 5.393,92, lebih rendah dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.863,78. Penurunan tajam memicu penghentian sementara perdagangan atau trading halt setelah IHSG merosot 8 persen pada awal sesi. Seluruh indeks sektoral berakhir di zona merah. Sektor barang baku turun terdalam, 13,36 persen ke level 1.389,38; sektor kesehatan merosot 13,16 persen; infrastruktur melemah 13 persen; dan perindustrian turun 11,89 persen. Sektor energi terkoreksi 11,39 persen, barang konsumer non-primer 11,12 persen, transportasi 10,91 persen, barang konsumer primer 10,11 persen, properti dan real estat 9,63 persen, keuangan 8,98 persen, serta teknologi 8,88 persen. Nilai transaksi saham tercatat sekitar Rp 32 triliun, dengan volume 67,59 miliar saham dan frekuensi 2,12 juta kali. Kapitalisasi pasar menyusut menjadi sekitar Rp 9.156 triliun. Sejumlah saham tetap menguat, antara lain BSWD naik 25 persen, ABDA 24,93 persen, TRUK 24,81 persen, dan CBPE 24,75 persen. Saham APIC, BBKP, BELI, BFIN, dan BHIT masing-masing turun 15 persen. BBCA mencatat nilai transaksi terbesar, Rp 6,47 triliun. MSCI membuka konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia dari emerging market menjadi standalone market. Usulan itu belum menjadi keputusan final. Tanggapan pelaku pasar diterima hingga 30 April 2027 dan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat 30 Juni 2027. MSCI menyoroti transparansi struktur kepemilikan saham, dugaan praktik perdagangan terkoordinasi, serta perbaikan tata kelola dan penegakan aturan. Selama konsultasi, MSCI membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia. Rupiah ditutup melemah ke Rp 18.013,2 per dollar AS. Sementara itu, Nikkei 225 Jepang naik 1,64 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,49 persen, SSE Composite China naik 0,24 persen, dan Straits Times Singapura menguat 0,32 persen.