Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok tajam pada penutupan perdagangan Jumat (16/10/2026), tertekan sentimen Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang membuka opsi menurunkan status pasar modal Indonesia. Mengutip data perdagangan, IHSG ambruk 11,57% atau merosot 678,67 poin ke level 5.185,10. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di rentang 5.185 hingga 5.404. Dengan pelemahan tersebut, IHSG tercatat turun 14,91% dalam sepekan. Seluruh indeks sektoral kompak melemah dan menekan pergerakan IHSG. Sektor barang baku mencatatkan penurunan terdalam sebesar 13,37%, diikuti sektor kesehatan yang turun 13,16% dan infrastruktur sebesar 13%. Selanjutnya, sektor perindustrian melemah 11,89%, energi turun 11,39%, barang konsumen nonprimer terkoreksi 11,12%, dan transportasi merosot 10,91%. Tekanan juga terjadi pada sektor barang konsumen primer yang turun 10,11%, properti dan real estat sebesar 9,63%, keuangan 8,98%, serta teknologi 8,88%. Dari sisi pergerakan saham, sebanyak 775 saham ditutup melemah, sementara hanya 10 saham menguat dan 10 saham lainnya tidak berubah. Tekanan jual juga tercermin dari transaksi investor asing yang membukukan net sell sebesar Rp 3,35 triliun di seluruh pasar.