Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan telah menetapkan Harga Patokan Ekspor (HPE) dan Harga Referensi (HR) komoditas emas untuk periode kedua Oktober 2026. Pada periode ini, HPE emas turun 3,15% menjadi US$135.024,36 per kilogram dari US$139.409,07 per kilogram pada periode I Oktober 2026. HR emas juga turun menjadi US$4.199,73 per troy ounce dari US$4.336,11 per troy ounce. Ketentuan tersebut ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 2008 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar. Kepmendag tersebut berlaku untuk periode 15–31 Oktober 2026. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Tommy Andana, menjelaskan HPE emas turun sebesar 3,15% selama periode pengumpulan data. Tren serupa terjadi pada HR emas yang pergerakannya turut dipengaruhi dinamika pasar global. Tommy mengatakan penurunan HPE dan HR emas pada periode kedua Oktober 2026 dipengaruhi beberapa faktor, seperti menguatnya nilai tukar mata uang utama global serta meningkatnya imbal hasil obligasi di pasar internasional sehingga investasi beralih ke obligasi. HPE dan HR emas ditetapkan berdasarkan data dan masukan teknis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang mengacu pada publikasi London Bullion Market Association. Penetapan juga melibatkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian.
HPE dan HR Emas Turun Lagi Periode II Oktober 2026, Ini Pemicunya
Kementerian Perdagangan menetapkan penurunan HPE dan HR emas sebesar 3,15% untuk periode kedua Oktober 2026, antara lain dipengaruhi penguatan mata uang utama dan kenaikan imbal hasil obligasi.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Hadapi Dinamika Pasar di Kuartal IV-2026, Begini Strategi Investasi dari AllianzGI
AllianzGI Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, tetapi pasar menghadapi tantangan dari kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik. Perusahaan menekankan pendekatan selektif di saham dan pengelolaan risiko durasi serta likuiditas di obligasi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
Kebijakan Moneter AS Bikin Bursa Asia Keok di Perdagangan Kamis (15/10)
Bursa Asia melemah pada Kamis (15/10/2026) setelah inflasi AS kembali melampaui perkiraan dan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Rully Arya Wisnubroto menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi, meski peluang pemulihan selektif masih ada.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
0Aturan Baru OJK: Rencana Bisnis Bank Harus Realistis dan Berbasis Risiko
OJK menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2026 tentang Rencana Bisnis Bank Umum, sebagai pembaruan aturan tahun 2016. OJK menyatakan aturan ini ditujukan untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan memperkuat perencanaan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan industri, digitalisasi, dan dinamika ekonomi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.16 WIB
