NEW YORK, Investor.id – Harga emas dunia jatuh lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (14/10/2026), memperpanjang pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut. Lonjakan inflasi Amerika Serikat (AS) di luar perkiraan memperbesar taruhan pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed bulan ini. Harga emas di pasar spot ditutup anjlok 1,41% menjadi US$ 4.102,42 per ons troi, dan sempat menyentuh level terendah sejak 7 Oktober. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember malah ditutup menguat 0,47% menjadi US$ 4.127,3 per ons troi. Mengutip Reuters, tekanan terhadap emas datang dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Indeks dolar naik 0,5%, membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger mengatakan, data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed berpeluang menaikkan suku bunga. “Pada titik ini, data tersebut mengindikasikan bahwa The Fed lebih mungkin menaikkan suku bunga,” ujar Meger, sembari menambahkan, penguatan dolar AS turut menekan pasar emas. Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan indeks harga konsumen (CPI) naik 0,6% pada September, lebih tinggi dibandingkan kenaikan 0,4% pada Agustus. Data tersebut mengubah ekspektasi pasar secara signifikan. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober meningkat menjadi sekitar 42%, dari sebelumnya 22% sebelum data inflasi dirilis. Pasar juga memperhitungkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 93%. Emas memang kerap dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Namun, suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil bunga.
Harga Emas Jatuh 1% Lebih, Data Inflasi AS Bikin The Fed Makin Garang
Harga emas dunia turun lebih dari 1% pada perdagangan Rabu (14/10), memperpanjang pelemahan selama tiga hari. Inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan memperkuat ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, sementara dolar AS dan imbal hasil obligasi yang menguat turut menekan harga emas.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Introducing IDX Hotdesk: Strengthening Market Participant Engagement to Enhance Indonesia’s Capital Market
Bursa Efek Indonesia (BEI), KPEI, dan KSEI, dengan dukungan OJK, menyatakan telah menyelesaikan empat agenda reformasi transparansi pasar modal. BEI juga memperkenalkan IDX Hotdesk, kanal komunikasi terpadu untuk memudahkan pelaku pasar memperoleh informasi dan konsultasi.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.00 WIB
IHSG Anjlok 2,05%, Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah Jadi Beban
IHSG merosot 2,05% atau 122,12 poin ke level 5.820,90 hingga pukul 11.33 WIB pada Kamis (15/10/2026). Tekanan dipengaruhi inflasi AS yang lebih tinggi dari perkiraan dan ketegangan di Timur Tengah.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 18.17 WIB
0Bank Mandiri Raih Penghargaan CX100, Dinobatkan sebagai BUMN dengan Layanan Terbaik
Bank Mandiri meraih penghargaan Grand Champion sebagai BUMN dengan skor layanan tertinggi dan Sector Champion untuk kategori Financial Services dalam Danantara CX100. Penilaian mencakup kemudahan, keandalan, kenyamanan, dan masukan pelanggan.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 17.21 WIB
