JAKARTA, KOMPAS.com - Harga emas dunia turun tipis pada akhir perdagangan Selasa (13/10/2026) waktu Amerika Serikat atau Rabu (14/10/2026) pagi WIB. Penurunan terjadi di tengah penantian investor terhadap data inflasi Amerika Serikat (AS) dan pernyataan Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh yang dijadwalkan berlangsung pekan ini untuk memperkirakan arah kebijakan suku bunga. Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,3 persen menjadi 4.157,90 dollar AS per troy ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember 2026 turun 0,3 persen menjadi 4.177,30 dollar AS per troy ounce. "Ada beberapa data inflasi yang akan dirilis akhir pekan ini. Jadi, pasar saat ini sedang menunggu untuk melihat bagaimana hasilnya," ujar Ahli Strategi Pasar Senior StoneX, Bob Haberkorn. Menurut dia, Ketua The Fed juga dijadwalkan menyampaikan pidato terakhirnya pada Kamis (15/10/2026) sebelum pertemuan kebijakan suku bunga berikutnya. Haberkorn memperkirakan perdagangan emas akan cenderung lebih tenang menjelang sejumlah agenda penting pada Rabu dan Kamis. Investor kini menantikan laporan Indeks Harga Konsumen atau Consumer Price Index (CPI) AS yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (14/10/2026). Sementara itu, data Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI) AS akan diumumkan pada Kamis (15/10/2026), bersamaan dengan pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh. Kedua data inflasi tersebut akan menjadi perhatian pelaku pasar untuk menilai kemungkinan perubahan suku bunga acuan AS. Di sisi lain, Gubernur The Fed Christopher Waller pada Selasa mengatakan, kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS belakangan ini mencerminkan pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, bukan meningkatnya ekspektasi inflasi. Menurut Waller, ekspektasi inflasi AS masih berada dalam kondisi yang terkendali. Untuk diketahui, suku bunga yang tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil seperti instrumen lainnya yang menghasilkan bunga. Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober hanya sebesar 19 persen. Namun, probabilitas kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 88 persen.
Harga Emas Dunia Turun, Pasar Tunggu Data Inflasi AS dan Arah Suku Bunga The Fed
Harga emas dunia turun tipis pada akhir perdagangan Selasa (13/10) waktu AS. Investor menunggu data inflasi AS dan pernyataan Ketua Federal Reserve Kevin Warsh untuk memperkirakan arah suku bunga. Harga emas spot turun 0,3 persen menjadi 4.157,90 dollar AS per troy ounce, sementara kontrak berjangka AS turun 0,3 persen menjadi 4.177,30 dollar AS.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Investor Pasar Modal Lampaui 30 Juta SID, BEI Terus Dorong Reformasi dan Pendalaman Pasar
Pada penutupan perdagangan 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia mencapai 30.274.265 SID, sedangkan investor saham mencapai 10.052.059 SID. BEI menyebut pertumbuhan ini berlangsung seiring upaya reformasi, peningkatan keterhubungan emiten-investor, dan pendalaman pasar.
Sumber Berita: Bursa Efek Indonesia (IDX)
Newsroom · 16 Okt 2026, 00.53 WIB
0Cara Cek Bansos KTP Oktober 2026, Cukup Masukkan NIK untuk Lihat Penerima
Pengecekan status penerima bansos Oktober 2026 dapat dilakukan secara daring menggunakan NIK KTP melalui layanan resmi Kementerian Sosial. Data yang ditampilkan dapat mencakup status kepesertaan, jenis bantuan, dan periode penyaluran.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
0Kopdes Merah Putih Jadi Penyalur Gaji PNS, Ekonom Soroti Keamanan Sistem
Ekonom Rahma Gafmi menyoroti rencana Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi penyalur gaji dan pensiun PNS. Ia meminta pemerintah memperjelas tujuan kebijakan serta memastikan infrastruktur, tata kelola, dan keamanan sistemnya.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.27 WIB
