Harga emas berusaha rebound pada perdagangan Rabu (14/10/2026) pagi. Pukul 07.48 WIB, harga emas untuk pengiriman Desember 2026 di Commodity Exchange tercatat US$4.182,70 per barel, naik 0,13% dari US$4.177,30 pada hari sebelumnya. Harga naik tipis setelah turun selama dua hari berturut-turut. Pejabat Federal Reserve New York John Williams mengatakan satu kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini mungkin tepat, sementara pengetatan lebih lanjut tidak diperlukan pada 2027. Yield obligasi AS turun sedikit setelah pernyataan tersebut. Data indeks harga konsumen AS yang dijadwalkan dirilis pada Rabu waktu setempat akan memberi petunjuk mengenai arah suku bunga The Fed.
Harga Emas Berusaha Rebound pada Rabu (14/10) Pagi
Harga emas berjangka naik tipis pada Rabu pagi setelah turun dua hari berturut-turut. Pernyataan pejabat Federal Reserve tentang kemungkinan satu kali kenaikan suku bunga lagi tahun ini turut menjadi perhatian pasar.
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
