Pada Kamis (18/6), PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi tuan rumah forum bertajuk “Strengthening Market Integrity: Towards a New Era of Ownership Transparency in the Capital Market” yang diselenggarakan oleh Koalisi Antikorupsi Indonesia (KAKI), Indonesian Institute for Corporate Directorship (IICD), dan Center for International Private Enterprise (CIPE) di Main Hall BEI. Penyelenggaraan forum ini merupakan bagian dari upaya memperkuat integritas dan transparansi guna mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang lebih kredibel dan berdaya saing. Forum ini menekankan pentingnya transparansi kepemilikan (ownership transparency) dalam memperkuat integritas pasar modal, meningkatkan kepercayaan investor, serta mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik. BEI menyambut baik berbagai inisiatif yang mendukung penguatan integritas pasar modal. Melalui reformasi yang kolaboratif, seluruh pemangku kepentingan diharapkan dapat meningkatkan kredibilitas pasar modal Indonesia, memperkuat kepercayaan investor, serta mendorong daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.
Forum “Strengthening Market Integrity” Dorong Penguatan Integritas Pasar Modal Indonesia
Pada 18 Juni, BEI menjadi tuan rumah forum yang diselenggarakan KAKI, IICD, dan CIPE untuk mendukung integritas serta transparansi pasar modal. Forum menyoroti transparansi kepemilikan sebagai upaya memperkuat kepercayaan investor dan tata kelola perusahaan.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Hadapi Dinamika Pasar di Kuartal IV-2026, Begini Strategi Investasi dari AllianzGI
AllianzGI Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, tetapi pasar menghadapi tantangan dari kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik. Perusahaan menekankan pendekatan selektif di saham dan pengelolaan risiko durasi serta likuiditas di obligasi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
Kebijakan Moneter AS Bikin Bursa Asia Keok di Perdagangan Kamis (15/10)
Bursa Asia melemah pada Kamis (15/10/2026) setelah inflasi AS kembali melampaui perkiraan dan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Rully Arya Wisnubroto menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi, meski peluang pemulihan selektif masih ada.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
0Aturan Baru OJK: Rencana Bisnis Bank Harus Realistis dan Berbasis Risiko
OJK menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2026 tentang Rencana Bisnis Bank Umum, sebagai pembaruan aturan tahun 2016. OJK menyatakan aturan ini ditujukan untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan memperkuat perencanaan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan industri, digitalisasi, dan dinamika ekonomi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.16 WIB
