JAKARTA, KOMPAS.com - Dua tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berlalu, janji 19 juta lapangan kerja menjadi salah satu pekerjaan besar yang dinanti masyarakat. Berubahnya industri, maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK), dan persaingan pasar kerja yang semakin ketat membuat program ini menjadi harapan banyak orang. Berdasarkan data Satu Data Ketenagakerjaan, Pusat Data Teknologi Informasi Ketenagakerjaan Kementerian Ketenagakerjaan, angka PHK di Indonesia pada 2026 mencapai 63.789 orang. Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan Kemnaker Anwar Sanusi mengatakan, realisasi program 19 juta lapangan pekerjaan perlu dilihat sepanjang satu periode pemerintahan. Pemerintah, katanya, masih berupaya merealisasikan program tersebut. Meski belum terealisasi hingga 19 juta, jumlah angkatan kerja disebut meningkat. Anwar mengatakan pertumbuhan angkatan kerja sekitar 3,2 juta sampai 3,5 juta per tahun dan tingkat kebekerjaan semakin meningkat. Ia menilai angka tersebut menunjukkan indikasi serapan kerja yang menjanjikan, meski pengangguran puluhan ribu orang tetap menjadi pekerjaan rumah. Salah satu program yang dijalankan adalah Pemagangan Nasional (MagangHub), dengan target menyerap 150.000 pekerja pada tahun ini. Lulusan sarjana dan vokasi dapat magang selama enam bulan di perusahaan, dengan gaji dari pemerintah sesuai Upah Minimum Provinsi masing-masing. Pemerintah juga berupaya meningkatkan perlindungan pekerja melalui revisi Undang-Undang Perlindungan Ketenagakerjaan.
Dua Tahun Prabowo-Gibran, Sejauh Mana Janji 19 Juta Lapangan Kerja?
Artikel meninjau janji 19 juta lapangan kerja setelah dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, di tengah perubahan industri dan PHK. Data Kemnaker yang dikutip menunjukkan PHK pada 2026 mencapai 63.789 orang; pemerintah menyebut angkatan kerja bertambah sekitar 3,2–3,5 juta per tahun dan menjalankan program magang nasional.
Diperbarui:

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0IHSG Sepekan Anjlok 14,91%, Kapitalisasi Pasar Bursa Menguap Rp1.544 Triliun
IHSG turun 14,91% ke 5.185,105 selama perdagangan 12–16 Oktober 2026, sementara kapitalisasi pasar BEI menyusut Rp1.544 triliun menjadi Rp9.157 triliun. Volume transaksi harian dan nilai transaksi rata-rata turun, sedangkan frekuensinya meningkat.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.55 WIB
0Ketahanan Energi Berukuran Jam
Kolom ini membandingkan gangguan listrik di Batam-Bintan dengan kelangkaan BBM di Bali, dan mempertanyakan daya tahan sistem energi saat satu komponen atau pasokan terganggu. Penulis menyoroti pemadaman lebih dari 400.000 pelanggan serta keterlambatan bongkar muat kapal yang memperparah antrean BBM.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.26 WIB
0LPS: Merger Asuransi BUMN Tak Pengaruhi Kepesertaan Penjaminan Polis
LPS menilai konsolidasi perusahaan asuransi BUMN tidak akan mengubah kepesertaan dalam program penjaminan polis. Program tersebut mengacu pada perusahaan yang menjalankan kegiatan asuransi dan menerbitkan polis, bukan perusahaan induk yang hanya bertindak sebagai holding.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 17 Okt 2026, 11.26 WIB
