Perdagangan saham anggota indeks LQ45 pada 16 Oktober 2026 diwarnai koreksi massal yang menekan hampir seluruh saham berkapitalisasi besar. Nilai transaksi bursa mencapai Rp32,0 triliun, dengan volume 68,61 miliar saham. Investor asing mencatat net sell Rp3,34 triliun. Price earning ratio (PER) membandingkan harga saham dengan laba bersih per saham, sedangkan price to book value (PBV) membandingkan harga saham dengan nilai aset bersih per saham. Saham LQ45 dengan PER rendah seluruhnya tertekan. PGAS turun 15,00%, MEDC 14,85%, dan BMRI 14,82%. Data saham yang dicantumkan Kontan antara lain BBTN (harga penutupan 885; PER 2,59; PBV 0,33), INKP (6.950; PER 2,86; PBV 0,30), serta PGAS (1.190; PER 4,69; PBV 0,60). Pada kelompok saham PER tinggi, INDY turun 14,88%, AMMN 14,81%, dan BRPT 14,79%. GOTO mencatat koreksi paling ringan, sebesar 7,41%. INKP memiliki PBV terendah di antara 20 saham yang dibahas, yakni 0,30 kali.