Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berisiko melemah ke rentang Rp17.900—17.950 dipicu lonjakan inflasi AS September sebesar 3,7%. Pada Rabu (14/10/2026), rupiah ditutup turun 3 poin atau 0,02% menjadi Rp17.903 per dolar AS. Jisdor Bank Indonesia berada pada Rp17.898 per dolar AS. Kurs Transaksi Bank Indonesia yang diperbarui Kamis (15/10/2026) menetapkan kurs jual dolar AS Rp17.987,49 dan kurs beli Rp17.808,51 per dolar AS. Inflasi AS September tercatat 3,7% secara tahunan, naik dari 3,4% pada Agustus dan melampaui ekspektasi pasar 3,6%. Inflasi bulanan mencapai 0,6%, sementara inflasi inti tahunan sebesar 2,6%. Pengamat ekonomi, mata uang, dan komoditas Ibrahim Assuaibi memperkirakan rupiah bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah di kisaran Rp17.900—17.950 per dolar AS pada Kamis. Untuk sepekan, rupiah diperkirakan bergerak pada rentang Rp17.780—18.060. Tekanan juga datang dari risiko geopolitik dan kenaikan harga energi yang dapat menambah kebutuhan dolar untuk impor. Berdasarkan pembaruan sekitar pukul 08.13 WIB, kurs e-rate BCA menetapkan beli Rp17.870 dan jual Rp17.990 per dolar AS. Untuk TT counter dan bank notes, harga beli Rp17.710 dan jual Rp17.990. BRI memperbarui kurs pukul 05.16 WIB. Untuk transaksi hingga US$2.500, e-rate beli Rp17.811 dan jual Rp18.011; TT counter beli Rp17.758 dan jual Rp18.058. Bank Mandiri menetapkan special rate beli Rp17.925 dan jual Rp17.955; TT counter serta bank notes beli Rp17.690 dan jual Rp17.990. BNI menetapkan special rate beli Rp17.930 dan jual Rp17.955; TT counter beli Rp17.730 dan jual Rp18.030; bank notes beli Rp17.805 dan jual Rp18.105 per dolar AS.
Cek Kurs Dolar BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini saat Rupiah Dekati Rp17.950
Rupiah berisiko melemah ke Rp17.900–17.950 per dolar AS setelah inflasi AS September mencapai 3,7%. Artikel membandingkan kurs dolar di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
Hadapi Dinamika Pasar di Kuartal IV-2026, Begini Strategi Investasi dari AllianzGI
AllianzGI Indonesia menilai fundamental ekonomi Indonesia masih relatif tangguh, tetapi pasar menghadapi tantangan dari kebijakan The Fed, imbal hasil US Treasury, serta perkembangan politik dan regulasi domestik. Perusahaan menekankan pendekatan selektif di saham dan pengelolaan risiko durasi serta likuiditas di obligasi.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
Kebijakan Moneter AS Bikin Bursa Asia Keok di Perdagangan Kamis (15/10)
Bursa Asia melemah pada Kamis (15/10/2026) setelah inflasi AS kembali melampaui perkiraan dan investor menyesuaikan ekspektasi terhadap kebijakan moneter. Rully Arya Wisnubroto menilai volatilitas berpotensi tetap tinggi, meski peluang pemulihan selektif masih ada.
Sumber Berita: Kontan
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.27 WIB
0Aturan Baru OJK: Rencana Bisnis Bank Harus Realistis dan Berbasis Risiko
OJK menerbitkan POJK Nomor 17 Tahun 2026 tentang Rencana Bisnis Bank Umum, sebagai pembaruan aturan tahun 2016. OJK menyatakan aturan ini ditujukan untuk mendukung sistem perbankan yang sehat dan memperkuat perencanaan bisnis yang adaptif terhadap perkembangan industri, digitalisasi, dan dinamika ekonomi.
Sumber Berita: Kompas
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.16 WIB
