Bursa aset kripto PT Central Finansial X (CFX) memangkas biaya transaksi 50% menjadi 0,01% sejak 1 Oktober 2026, dengan tujuan mendorong aktivitas perdagangan dan likuiditas. Nilai transaksi CFX meningkat dari Rp15,2 triliun pada Juli menjadi Rp17,6 triliun pada Agustus dan Rp22,1 triliun pada September. Transaksi derivatif naik dari Rp3,75 triliun pada Juli menjadi Rp5,98 triliun pada Agustus dan Rp7,32 triliun pada September. Direktur Utama CFX Subani menyebut peningkatan kuartal III sebagai sinyal pemulihan setelah semester pertama yang menantang. Data Juli–September belum menunjukkan dampak pemangkasan tarif karena kebijakan baru berlaku pada Oktober; perkembangan setelahnya akan menjadi ukuran. OJK mencatat akun konsumen aset kripto mencapai 22,93 juta per Juli 2026, tumbuh 39% tahunan. Jumlah akun belum menunjukkan tingkat aktivitas, nilai transaksi rata-rata, konsentrasi perdagangan, atau kedalaman likuiditas. CFX menyatakan terus memperkuat perdagangan yang teratur, wajar, dan efisien bersama pedagang, lembaga kliring, serta kustodian, dan menyatakan siap mendukung infrastruktur bagi pengembangan produk turunan aset kripto.
Bursa Kripto CFX Pangkas Biaya Bursa 50% Pacu Likuiditas
Bursa Kripto CFX menurunkan biaya transaksi menjadi 0,01% mulai 1 Oktober untuk mendorong aktivitas dan likuiditas. Nilai transaksi meningkat selama tiga bulan hingga September, tetapi dampak penurunan biaya belum dapat dinilai dari data tersebut.
Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
