Jakarta — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi bulanan (MtM) Indonesia sebesar 0,21% pada Agustus 2026, pulih dari deflasi 0,14% pada Juli 2026. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan bahwa kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau (MMT) menjadi penyumbang terbesar dengan inflasi 0,57% dan andil 0,17%. Komoditas dominan yang mendorong inflasi kelompok MMT adalah daging ayam ras dengan andil inflasi 0,17%, setara sekitar 81% dari total inflasi bulanan 0,21%. Kenaikan harga daging ayam ras didorong oleh permintaan yang meningkat seiring libur panjang serta kenaikan biaya pakan ternak. Secara tahunan (YoY), inflasi Agustus 2026 tercatat 3,19%, lebih tinggi dibandingkan Agustus 2025 sebesar 2,31%. Angka ini juga melampaui median proyeksi BIG Consensus Insights yang menyasar 3,14%. Proyeksi bulanan (MoM) konsensus pasar sendiri berada di level 0,14%, di bawah realisasi 0,21%. Kelompok Barang dan Jasa lainnya yang mengalami kenaikan antara lain Transportasi (0,15%) dan Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar (0,08%). Sementara kelompok Informasi, Komunikasi, dan Jasa Keuangan mencatat deflasi masing-masing 0,02% dan 0,01%. Pemerintah dan Bank Indonesia terus memantau pergerakan harga pangan volatil, termasuk daging ayam, guna memastikan inflasi tetap terkendali dalam sasaran 1,5–3,5% tahun 2026.
BPS Catat Inflasi Agustus 2026 Sebesar 0,21%, Daging Ayam Ras Jadi Pendorong Utama
Inflasi bulanan pulih dari deflasi Juli; komoditas daging ayam ras menyumbang 81% dari total kenaikan harga

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.938 per Dolar AS, Pasar Cermati Arah The Fed
Rupiah melemah 0,20% ke Rp17.938 per dolar AS pada Kamis (15/10/2026), sementara pelaku pasar mencermati arah kebijakan suku bunga The Fed di tengah inflasi dan risiko geopolitik.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 23.06 WIB
0Danantara Indonesia Trust Siapkan Dana Filantropi Rp1,79 Triliun per Tahun
Danantara Indonesia Trust berkomitmen mengalokasikan dana filantropi minimal US$100 juta atau setara Rp1,79 triliun per tahun untuk program sosial dan kesehatan.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
0Prodia (PRDA) Bakal Gelar Stock Split Saham Rasio 1:5
PT Prodia Widyahusada berencana melakukan stock split dengan rasio 1:5. Perseroan menyebut langkah ini bertujuan memperluas basis investor dan membuat harga saham lebih terjangkau.
Sumber Berita: Bisnis Indonesia
Newsroom · 15 Okt 2026, 21.21 WIB
