PT Sepatu Bata Tbk menerima surat pengunduran diri Amitav Nandy dari posisi Presiden Direktur pada 23 September 2026. Perseroan menyatakan pengajuan tersebut berkaitan dengan rotasi jabatan di lingkungan Bata Group. Informasi itu disampaikan Corporate Secretary Sepatu Bata Sanusi melalui laporan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia. Berdasarkan ketentuan anggaran dasar perseroan dan peraturan Otoritas Jasa Keuangan, permohonan pengunduran diri tersebut masih harus diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Dengan demikian, Amitav belum dapat disebut resmi diberhentikan atau telah digantikan. Perseroan juga belum mengonfirmasi nama pengganti Presiden Direktur. Amitav sebelumnya diangkat sebagai Presiden Direktur PT Sepatu Bata Tbk melalui RUPSLB pada 25 September 2025. Sepatu Bata menyatakan pengajuan pengunduran diri tersebut tidak berdampak terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Keputusan mengenai status Amitav dan susunan manajemen selanjutnya akan bergantung pada hasil RUPS.
Bos Sepatu Bata Amitav Nandy Ajukan Pengunduran Diri, Menunggu Keputusan RUPS
Perseroan menerima surat pengunduran diri Amitav Nandy pada 23 September 2026 seiring rotasi jabatan di Bata Group.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Zulhas Sebut Surplus Dagang dan NTP 131 Jadi Modal Dua Tahun Prabowo
Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan US$7,25 miliar dan NTP meningkat menjadi 131, optimis perkuat ekspor dan kesejahteraan masyarakat.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Taspen Tunggu Arahan soal Wacana Dana Pensiun PNS Disalurkan Koperasi
PT Taspen (Persero) masih menunggu arahan pemerintah terkait wacana penyaluran gaji dan dana pensiun PNS melalui koperasi.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
0Utang Luar Negeri RI Tembus Rp8.248 T pada Agustus 2026
Utang luar negeri (ULN) RI mencapai US$459,3 miliar atau Rp8.248 triliun pada Agustus 2026, naik dibandingkan ULN Juli yang Rp8.166,22 triliun.
Sumber Berita: CNN
Newsroom · 15 Okt 2026, 15.56 WIB
