PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) membidik peningkatan produksi batu bara PT Sumber Bara Abadi hingga 4 juta metrik ton per tahun mulai 2029. Target itu disampaikan setelah BIKE mengakuisisi 45% saham perusahaan tambang tersebut melalui anak usahanya, PT Prambanan Nusantara Energi (PNE). Sumber Bara Abadi merupakan pemegang izin usaha pertambangan (IUP) Operasi Produksi. Area operasionalnya mencakup 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Wilayah itu disebut memiliki kandungan batu bara sekitar 86 juta metrik ton. Manajemen menyebut produksi rata-rata saat ini sekitar 2 juta metrik ton per tahun dan memproyeksikan pendapatan Sumber Bara Abadi sebesar US$84 juta. Angka pendapatan tersebut merupakan proyeksi, bukan hasil yang telah terealisasi. Demikian pula, sasaran produksi 4 juta ton per tahun mulai 2029 masih berupa target perusahaan. Akuisisi tersebut juga mencakup fasilitas pelabuhan, inventaris conveyor belt, kantor, serta peralatan lainnya. Manajemen menyebut transaksi sebagai bagian dari strategi memperluas portofolio dan mengamankan rantai pasok, sekaligus menyatakan ingin menerapkan keahlian teknologi dan manajemen untuk meningkatkan efisiensi produksi. BIKE sebelumnya dikenal sebagai PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. Perusahaan berganti nama setelah keputusan RUPSLB pada 2 Juli 2026 dan menyatakan tengah menjalankan transformasi usaha bertahap. Dalam laporan keuangan Januari-Juni 2026 yang belum diaudit, kontribusi batu bara belum tercatat. Penjualan konsolidasi saat itu terutama berasal dari segmen sepeda motor listrik, disusul segmen lain-lain dan sepeda. Karena itu, rencana produksi baru tersebut belum tercermin dalam kinerja periode tersebut. Rincian transaksi dan target ini diberitakan Bisnis.com dengan merujuk keterbukaan informasi perusahaan. Keterbukaan BEI yang menjadi dasar pemberitaan belum diperiksa langsung dalam riset yang tersedia.
BIKE Bidik Produksi Batu Bara 4 Juta Ton per Tahun Mulai 2029
Target itu menyusul akuisisi 45% saham PT Sumber Bara Abadi melalui anak usaha BIKE.

Analisis Dampak Berita
Masuk untuk meminta analisis dampak berita ini.
MasukKomentar (0)
Masuk untuk memberikan komentar.
Baca juga
0Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Sejumlah Bahan Baku Plastik, Ini Rinciannya
Pemerintah menetapkan bea masuk 0% selama enam bulan untuk enam pos tarif bahan baku polyethylene dan polypropylene. Insentif melalui PMK Nomor 68 Tahun 2026 ditujukan menjaga daya saing industri, dengan evaluasi untuk memastikan manfaatnya tepat sasaran.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
0Mendag Busan Ungkap Strategi Jaga Kinerja Neraca Perdagangan
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyebut ekspor Indonesia Januari–Agustus 2026 mencapai US$193,64 miliar dan surplus perdagangan kumulatif US$7,25 miliar. Kemendag berfokus pada pengamanan pasar domestik, perluasan pasar ekspor, dan program Dari Lokal untuk Global.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
0Penerbitan Obligasi Korporasi Terimbas
Penerbitan obligasi korporasi turun 12,75% menjadi Rp139,65 triliun hingga September 2026, seiring naiknya biaya pendanaan dan yield acuan. Pefindo mencatat penerbitan tenor satu tahun mendominasi, sementara total penerbitan sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai Rp175–180 triliun.
Sumber Berita: Investor
Newsroom · 15 Okt 2026, 19.06 WIB
