Pada 5–6 Oktober 2026, BEI bersama OJK, KPEI, KSEI, dan pemerintah daerah menyelenggarakan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Tegal, Batang, dan Pekalongan. Kegiatannya mencakup edukasi bagi aparatur sipil negara, pelaku usaha, santri, dan tenaga pengajar; peresmian Galeri Investasi; pencanangan pembukaan rekening efek; serta sosialisasi pasar modal sebagai sumber pendanaan perusahaan. Pada 5 Oktober, BEI bersama Tropical Forest Alliance dan The Investor Policy Dialogue on Deforestation menggelar seminar mengenai pengungkapan Emisi Scope 3, standar ISSB, dan risiko keanekaragaman hayati. Seminar dihadiri 321 perwakilan perusahaan tercatat. Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi menyampaikan pentingnya pengungkapan ESG yang transparan untuk pengelolaan risiko dan penciptaan nilai jangka panjang. Pada 8 Oktober, Iding menjadi panelis di BIG Market Insights 2026 dan menyampaikan empat pilar transformasi pasar modal: transparansi, integritas, investability, dan kepercayaan investor global. Ia juga menyampaikan special remarks dalam Investor Daily Summit 2026 dan mengatakan pasar modal Indonesia tetap resilien di tengah volatilitas global. Untuk periode perdagangan 5–9 Oktober, rata-rata nilai transaksi harian naik 28,52% menjadi Rp16,23 triliun. IHSG naik 0,94% ke 6.093,759 dan kapitalisasi pasar meningkat 0,69% menjadi Rp10.701 triliun. Rata-rata volume transaksi harian berubah 7,62% menjadi 46,53 miliar saham, sementara rata-rata frekuensi harian berubah 0,27% menjadi 1,67 juta transaksi. Investor asing mencatat beli bersih Rp30,40 miliar pada hari yang dilaporkan dan jual bersih Rp84,99 triliun sepanjang 2026.